Kisah Michelle: Kista Bahu Akibat Kecanduan Padel, Apa Penyebabnya?

Back to Bali – 28 April 2026 | Seorang perempuan asal Jakarta Barat, Michelle Young Jonathan, menjadi sorotan publik setelah mengungkap bahwa ia mengalami kista..

Kisah Michelle: Kista Bahu Akibat Kecanduan Padel, Apa Penyebabnya?

Back to Bali – 28 April 2026 | Seorang perempuan asal Jakarta Barat, Michelle Young Jonathan, menjadi sorotan publik setelah mengungkap bahwa ia mengalami kista pada bahu akibat kebiasaan bermain padel yang berlebihan. Kasus ini mengingatkan para pecinta olahraga, terutama yang sedang tren, akan pentingnya memperhatikan batas kemampuan tubuh serta menerapkan prosedur latihan yang tepat.

Latar Belakang Kecanduan Padel

Michelle, yang sejak kecil aktif dalam berbagai cabang olahraga seperti renang dan basket, mulai tertarik pada padel pada Oktober 2025 ketika olahraga tersebut mulai viral di Indonesia. Ia menyatakan bahwa sensasi permainan yang dinamis membuatnya hampir bermain setiap hari, bahkan menghabiskan waktu hingga berjam‑jam tanpa henti. Dalam sebuah podcast bersama Melaney Ricardo, ia mengaku pernah bermain dari pukul 17.00 hingga 03.00 pagi pada satu hari tertentu.

Gejala Awal dan Penanganan Medis

Masalah muncul setelah Michelle merasakan kelelahan ekstrem pada tangan dan bahu setelah sebuah turnamen. Ia menggambarkan rasa lemas yang membuatnya sulit mengangkat tas dan merasa tubuh miring ke satu sisi. Karena khawatir terjadi cedera serius, ia memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan, termasuk MRI yang dipublikasikan di akun Instagram pribadinya, mengungkap adanya peradangan pada tendon, sendi, serta munculnya bone cyst (kista tulang) di area bahu. Dokter juga menemukan cedera pada ligamen kolateral medial (MCL) di siku serta keterlibatan pergelangan tangan.

Mekanisme Terjadinya Kista pada Bahu

Kista yang terbentuk di bahu Michelle bersifat jinak, berisi cairan, dan berukuran kecil. Menurut dr. Sophia Hage, Spesialis Kedokteran Olahraga, kondisi ini terjadi karena penggunaan otot dan sendi secara berulang-ulang tanpa istirahat yang cukup, sehingga menimbulkan overuse injury. Pada padel, gerakan servis, smash, serta pergerakan lateral yang cepat menuntut beban berat pada otot deltoid, supraspinatus, dan struktur tendon sekitar bahu. Tanpa pemanasan yang memadai, jaringan tersebut mudah mengalami mikrotrauma yang berpotensi berkembang menjadi peradangan kronis dan akhirnya membentuk kista.

Faktor Risiko dan Kesalahan Umum

  • Intensitas tinggi tanpa periode pemulihan yang teratur.
  • Kurangnya pemanasan dan pendinginan sebelum serta sesudah sesi permainan.
  • Pengabaian sinyal kelelahan atau rasa nyeri pada tubuh.
  • Latihan kekuatan yang tidak seimbang, khususnya kurangnya penguatan otot stabilisator bahu.
  • Durasi permainan yang terlalu lama, seperti bermain berjam‑jam tanpa istirahat.

Rekomendasi Pencegahan dari Ahli

Dokter dr. Sophia Hage menekankan beberapa langkah penting untuk mencegah cedera serupa pada pemain padel:

  1. Melakukan pemanasan selama minimal 10‑15 menit dengan fokus pada mobilitas bahu, pergelangan tangan, dan pinggul.
  2. Menambahkan latihan kekuatan khusus untuk otot bahu, punggung atas, dan inti tubuh setidaknya dua kali seminggu.
  3. Menerapkan sesi pendinginan dan stretching setelah bermain untuk membantu pemulihan otot.
  4. Mengatur jadwal latihan dengan hari istirahat yang cukup, terutama setelah sesi kompetisi atau latihan intensif.
  5. Mendengarkan sinyal tubuh; jika muncul rasa lemas atau nyeri, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan dengan profesional kesehatan.

Pengaruh Kasus Ini terhadap Komunitas Padel

Kisah Michelle menyebar luas di media sosial, memicu perbincangan di kalangan pemain padel mengenai pentingnya edukasi kesehatan olahraga. Beberapa komunitas padel lokal mulai mengadakan workshop tentang teknik pemanasan yang benar dan penekanan pada keseimbangan antara latihan teknik dan kebugaran fisik.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi penyelenggara turnamen untuk meninjau kembali durasi pertandingan serta menyediakan fasilitas pemulihan bagi atlet. Dengan meningkatnya popularitas padel, kesadaran akan risiko overuse injury diharapkan dapat meminimalisir kejadian serupa di masa depan.

Secara keseluruhan, pengalaman Michelle menegaskan bahwa olahraga apa pun, termasuk padel yang sedang naik daun, tetap memerlukan pendekatan yang bijaksana. Keseimbangan antara intensitas, istirahat, serta program latihan pendukung menjadi kunci untuk menikmati manfaat kebugaran tanpa mengorbankan kesehatan.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar