Back to Bali – 28 April 2026 | Ni Hyang Sukma Ayu, putri ketiga Dedi Mulyadi, kini menjadi sorotan publik tak hanya karena posisi ayahnya sebagai Gubernur Jawa Barat, melainkan karena kepribadian, latar belakang, dan kegiatan yang menonjol di usia masih muda. Berikut rangkaian sepuluh fakta yang mengungkap profil lengkap sang anak kecil berusia tujuh tahun ini.
1. Identitas Lengkap dan Latar Kelahiran
Nama lengkapnya adalah Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri. Ia lahir di Bandung pada 18 April 2019, tepat empat hari sebelum ulang tahun ayahnya yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada tahun 2025.
2. Makna Nama yang Dalam
Nama “Hyang” melambangkan langit atau hal yang luhur, “Sukma” berarti jiwa, dan “Ayu” menggambarkan kelembutan. Dedi Mulyadi menegaskan harapannya agar sang putri tumbuh menjadi perempuan Sunda yang berbudi baik dan berhati lembut.
3. Susunan Keluarga
Ni Hyang merupakan anak ketiga Dedi Mulyadi. Saudara pertamanya, Maulana Akbar Ahmad Habibie, lahir pada 3 November 1999 dari pernikahan pertama Dedi dengan Sri Setyawati. Maulana pernah terjun ke dunia politik namun mundur pada 10 Mei 2023. Saudara kedua, Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip (akrab disapa De Tira), lahir pada 10 September 2003 dari pernikahan Dedi dengan Anne Ratna Mustika. De Tira menekuni seni tradisi Sunda.
4. Pendidikan yang Membumi
Berbeda dengan ekspektasi publik bahwa anak pejabat akan bersekolah di sekolah internasional, Ni Hyang menempuh pendidikan di SD Negeri Sukasari I Subang, sebuah sekolah negeri yang lokasinya berdekatan dengan rumah keluarga. Pilihan ini mencerminkan keinginan orang tua memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan masyarakat.
5. Budaya Sunda sebagai Identitas Utama
Sejak dini, Ni Hyang dibesarkan dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai tradisional Sunda. Ia terbiasa mengenakan kebaya tradisional, belajar menari Jaipong, serta mengikuti upacara adat. Masyarakat menilai sikapnya mencerminkan “putri ningrat” yang lemah lembut dan sopan.
6. Bakat Menari Jaipong yang Viral
Kepiawaian Ni Hyang dalam menari Jaipong kerap terekam dan dibagikan di media sosial. Video singkatnya menari bersama ayah saat acara resmi menjadi viral, menambah popularitasnya di kalangan netizen.
7. Kedekatan dengan Sang Ayah
Berbagai foto memperlihatkan Ni Hyang selalu berada di samping Dedi Mulyadi, mulai dari acara pelantikan gubernur di Istana Negara pada Februari 2025 hingga kegiatan sosial di daerah. Kedekatan ini memberikan citra Dedi sebagai sosok papa yang hangat.
8. Kehidupan Sehari‑hari yang Sederhana
Meski berada dalam lingkup keluarga politik, Ni Hyang tidak menggunakan fasilitas mewah secara berlebihan. Ia tetap memakai seragam sekolah, bersepeda ke sekolah, dan menghabiskan waktu bermain bersama teman‑teman sebaya di lingkungan sekitar.
9. Aktivitas Sosial dan Amal
Ni Hyang sering diajak ayahnya dalam kegiatan sosial, termasuk kunjungan ke panti asuhan dan pemberian bantuan bencana. Kehadirannya yang ceria membuat suasana lebih bersahabat dan meningkatkan citra kepedulian keluarga gubernur.
10. Perkembangan Karakter dan Masa Depan
Guru‑guru di SDN Sukasari I menilai Ni Hyang memiliki karakter yang ceria, aktif, dan mudah bergaul. Ia menunjukkan minat kuat pada seni budaya serta rasa empati yang tinggi, menandakan potensi untuk menjadi figur publik yang menginspirasi di masa depan.
Keseluruhan, sepuluh fakta di atas menggambarkan Ni Hyang Sukma Ayu sebagai anak yang tumbuh dalam keseimbangan antara tradisi, kesederhanaan, dan sorotan publik. Dengan latar belakang keluarga politik, namun tetap menapaki jalan pendidikan dan budaya yang membumi, Ni Hyang menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai Sunda dapat bersinergi dengan peran publik yang modern.













