Back to Bali – 30 April 2026 | Maximo Quiles, bintang muda tim Aspar yang baru saja menorehkan kemenangan gemilang di Sirkuit Jerez, kembali menjadi sorotan setelah mengunjungi sang legenda MotoGP, Marc Marquez. Kunjungan yang disebut “sungkem” itu bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kepercayaan diri sang rookie dalam menatap langkah selanjutnya: melaju ke kelas utama MotoGP.
Sejak awal musim Moto3 2026, Quiles menunjukkan performa yang sulit ditandingi. Dalam empat balapan pertama, ia berhasil mengumpulkan 90 poin dan menempati puncak klasemen sementara. Keberhasilan itu terdiri dari dua kemenangan, satu di GP Thailand dan satu lagi di GP Amerika, serta dua podium kedua di GP Brasil dan seri pembuka Thailand. Kemenangan terakhirnya di Jerez menambah catatan empat podium dalam empat balapan, menegaskan dominasi Quiles di grid Moto3.
Statistik Kemenangan Quiles di Musim 2026
- 4 balapan selesai
- 90 poin total
- 2 kemenangan (Thailand, Amerika)
- 2 podium kedua (Brasil, Thailand)
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan tim Aspar yang memberikan motor dan strategi terbaik. Namun, di balik gemilangnya performa, terdapat tantangan besar dari sesama rider muda, khususnya Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia. Veda, yang dikenal sebagai rival terkuat Quiles pada musim sebelumnya, belum mampu menandingi laju sang bintang Aspar.
Veda berhasil mengamankan podium ketiga di GP Brasil, tetapi selisih poin masih signifikan. Dalam perbandingan langsung, Quiles memiliki keunggulan 30 poin lebih banyak, menandakan jarak yang belum dapat dijembatani oleh Veda. Sementara itu, Veda menolak untuk langsung melompat ke MotoGP, memilih untuk memperkuat dasar di Moto3 terlebih dahulu. Keputusan ini menimbulkan spekulasi bahwa Veda lebih mengutamakan kestabilan karier daripada terjun terlalu cepat ke kelas utama.
Rencana Langsung ke MotoGP
Setelah kemenangan di Jerez, Quiles menyatakan niatnya ingin melaju ke MotoGP pada musim depan. Pernyataan tersebut didukung oleh Marc Marquez yang memberikan nasihat dan motivasi selama pertemuan keduanya. “Marc memberi saya perspektif bahwa saya harus terus belajar dan tidak terburu‑buru, namun juga tidak menutup pintu untuk kesempatan di MotoGP,” ujar Quiles dalam konferensi pers singkat setelah kunjungan.
Pengamat motorsport menilai bahwa transisi dari Moto3 ke MotoGP memerlukan persiapan teknis dan fisik yang matang. Meski demikian, performa konsisten Quiles, ditambah pengalaman belajar langsung dari juara delapan kali dunia, menjadi poin plus yang kuat untuk mempercepat promosi ke kelas utama.
Reaksi Tim dan Kompetitor
Tim Aspar menyambut antusiasme Quiles dengan pernyataan resmi: “Kami percaya Maximo memiliki potensi untuk bersaing di level tertinggi. Kami akan berkoordinasi dengan pihak manajemen untuk menyiapkan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penempatan di tim MotoGP yang membutuhkan rider muda berbakat.”
Sementara itu, Honda Team Asia mengakui bahwa Veda masih dalam proses pengembangan. Kepala tim Honda, Hiroshi Tanaka, menuturkan, “Veda menunjukkan progres yang bagus, namun kami lebih memilih pendekatan bertahap. Kami tidak ingin memaksakan dia ke MotoGP sebelum siap secara menyeluruh.”
Para rival lain di Moto3, termasuk Mario Aji dan Ramadhipa, juga memperhatikan perkembangan Quiles. Mereka menyebutkan bahwa kompetisi di kelas utama akan semakin ketat jika Quiles benar‑benar melaju ke MotoGP, menambah motivasi untuk meningkatkan performa masing‑masing.
Dengan empat balapan tersisa dalam kalender Moto3 2026, mata dunia motorsport kini tertuju pada bagaimana Quiles mempertahankan konsistensinya. Apakah ia dapat menambah kemenangan dan memperluas jarak poin dari pesaingnya? Atau apakah Veda akan menemukan strategi baru untuk menutup kesenjangan? Kedua skenario ini akan menjadi bahan perbincangan hingga akhir musim.
Terlepas dari hasil akhir, satu hal sudah pasti: kunjungan Quiles ke Marc Marquez menandakan ambisi yang jelas. Ia tidak hanya ingin menjadi bintang di Moto3, tetapi juga menyiapkan diri untuk panggung yang lebih besar. Jika semua faktor mendukung, langkah selanjutnya bagi Maximo Quiles ke MotoGP bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kemungkinan yang semakin nyata.
Kesimpulannya, Maximo Quiles telah menunjukkan dominasi di Moto3 2026 dengan empat podium, dua kemenangan, dan 90 poin, sementara rivalnya Veda Ega Pratama masih berjuang mengejar ketertinggalan. Kedatangan Marc Marquez sebagai mentor menambah keyakinan Quiles untuk melangkah ke MotoGP, meski keputusan Veda untuk tetap di Moto3 menunjukkan strategi yang lebih konservatif. Musim ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua rider muda dalam menentukan jalur karier mereka di dunia balap motor internasional.













