Back to Bali – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, mengadakan konferensi pers virtual pada Kamis sore untuk menanggapi penurunan saham BBRI sebesar 1,30 persen pada sesi perdagangan hari itu.
Penurunan Saham Tidak Mencerminkan Fundamental
Hery menegaskan bahwa penurunan harga saham tidak mengindikasikan kelemahan fundamental perusahaan. Ia menekankan bahwa kinerja kuartal I tetap solid, dengan laba bersih yang meningkat dan rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level yang aman. Menurutnya, fluktuasi harga merupakan bagian normal dari dinamika pasar modal dan tidak perlu menimbulkan kepanikan bagi investor jangka menengah hingga panjang.
Dividen Dua Digit Jadi Daya Tarik Utama
Dalam penjelasannya, Hery menyoroti dividend yield BBRI yang mencapai dua digit, menghasilkan estimasi return tahunan antara 10‑11 persen. “Jika dibandingkan dengan deposito yang saat ini memberikan sekitar 7 persen atau reksa dana pasar uang yang hanya 5,5‑6 persen, BBRI menawarkan profil pengembalian yang jauh lebih kompetitif,” ujar dia. Ia menambahkan bahwa dividend ratio perusahaan tetap kuat meskipun harga saham sempat tertekan hingga 15‑16 persen.
Sentimen Pasar dan Indeks IHSG
Data perdagangan hari Kamis menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,71 persen menjadi 6.979,994, dengan koreksi harian sebesar 121,23 poin. Volume transaksi tercatat 40,96 miliar saham senilai Rp17,54 triliun, dan total kapitalisasi pasar berada pada Rp12.424,8 triliun. Dari 813 saham yang diperdagangkan, 595 mengalami penurunan, 115 menguat, dan 103 stagnan, menandakan tekanan jual yang luas di pasar domestik.
Fokus pada Fundamental dan Prospek Makroekonomi
Hery menilai bahwa penurunan saham lebih dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dan kondisi makroekonomi global serta domestik yang masih dalam proses pemulihan. Ia optimis bahwa bila kondisi ekonomi membaik, saham dengan fundamental kuat seperti BBRI akan kembali menguat mengikuti pergerakan indeks. “Kami tetap berpegang pada strategi bisnis yang berorientasi pada inklusi keuangan, digitalisasi, dan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan,” tegasnya.
Rekomendasi kepada Investor
- Fokus pada dividend yield dan rasio pembayaran dividen yang stabil.
- Perhatikan laporan keuangan kuartal I untuk menilai profitabilitas dan kualitas aset.
- Jangan terpengaruh oleh volatilitas harian; pertimbangkan horizon investasi menengah‑panjang.
- Bandingkan imbal hasil BBRI dengan instrumen alternatif seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
Dengan kebijakan dividen yang konsisten dan fundamental yang kuat, BRI berusaha menjaga kepercayaan investor meski berada dalam lingkungan pasar yang penuh tekanan. Hery menutup konferensi dengan harapan bahwa para pemegang saham dapat melihat nilai jangka panjang perusahaan, bukan sekadar pergerakan harga harian.
Secara keseluruhan, meskipun saham BBRI mengalami koreksi singkat, manajemen menegaskan bahwa perusahaan tetap berada pada posisi yang sehat secara finansial. Dividend yield dua digit, profitabilitas yang stabil, dan prospek pertumbuhan kredit menjadi faktor kunci yang mendukung keputusan investasi jangka menengah hingga panjang.













