Anna Wintour: Dari Kontroversi ‘Deal dengan Iblis’ hingga Hubungan Panas dengan Meghan Markle

Back to Bali – 03 Mei 2026 | Anna Wintour, sosok ikonik di balik Vogue, kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian laporan mengungkap sisi gelap..

3 minutes

Read Time

Anna Wintour: Dari Kontroversi ‘Deal dengan Iblis’ hingga Hubungan Panas dengan Meghan Markle

Back to Bali – 03 Mei 2026 | Anna Wintour, sosok ikonik di balik Vogue, kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian laporan mengungkap sisi gelap kariernya. Dari tudingan “deal dengan iblis” hingga tuduhan kebencian pribadi terhadap Meghan Markle, rangkaian narasi ini menambah lapisan kompleks pada reputasi editor legendaris tersebut.

Kontroversi “Deal dengan Iblis” yang Menggema

Berita pertama yang mencuat menyebutkan Wintour terlibat dalam sebuah “deal dengan iblis”. Meskipun sumber aslinya tidak dapat diakses karena pembatasan bot, spekulasi publik mengaitkan keputusan editorialnya dengan kepentingan komersial yang sangat kuat, terutama dalam mempromosikan merek-merek mewah yang menjadi sponsor utama Vogue. Kritikus menilai bahwa strategi ini menimbulkan pertanyaan etis tentang batas antara seni, bisnis, dan integritas jurnalistik.

Kebencian Terhadap Meghan Markle: Dari Isu Pribadi hingga Politik Publik

Laporan terbaru mengklaim bahwa Wintour menyimpan rasa tidak suka yang mendalam terhadap Meghan Markle. Menurut sumber tidak resmi, Wintour dianggap berusaha memarginalkan putri Inggris tersebut lewat jaringan media yang dikelolanya. Meski belum ada pernyataan resmi, dugaan ini menambah tekanan pada hubungan antara keluarga kerajaan dan industri mode global, mengingat Vogue sering menjadi platform utama bagi tokoh-tokoh publik untuk menampilkan citra mereka.

Pengaruh di Balik Layar: Kisah Jill Demling dan Karakter Emily

Jill Demling, mantan asisten pribadi Wintour, baru-baru ini berbicara dalam sebuah podcast mengenai inspirasinya bagi karakter Emily, yang diperankan oleh Emily Blunt dalam film The Devil Wears Prada. Demling mengungkapkan bahwa Wintour memberi peringatan kepada Leslie Fremar, asisten senior pada masa itu, mengenai novel Lauren Weisberger yang mengangkat kisah para asisten fashion elit. “Saya menerima telepon dari kantor Anna yang menanyakan siapa Lauren Weisberger,” ujar Fremar, menambahkan bahwa Wintour menilai novel tersebut menjelekkan mereka yang bekerja di industri ini.

Perubahan Sikap Vogue Terhadap Film Ikonik

Selama dua dekade, Vogue menolak keterlibatan resmi dengan The Devil Wears Prada, mencerminkan sikap dingin Wintour yang menyerupai karakter Miranda Priestly. Namun, pada 2026, sikap tersebut berubah drastis. Wintour muncul bersama Meryl Streep di sampul Vogue, mengenakan Prada, menandai momen bersejarah di mana editor legendaris tersebut menurunkan tirai es yang selama ini menutupi hubungan dengan film. Selain itu, majalah tersebut menampilkan novel Weisberger sebagai pilihan buku klub, mengundang mantan asisten Wintour, dan memproduksi film pendek yang menampilkan pertemuan fiktif di antara mereka.

Transformasi Karier dan Pengaruh Global

Pada tahun 2025, Wintour menyerahkan gelar editor-in-chief kepada Chloe Malle dan beralih menjadi Chief Content Officer global di Condé Nast. Perpindahan peran ini memberi ruang bagi Wintour untuk fokus pada strategi konten lintas platform, sementara Malle mengarahkan Vogue untuk beradaptasi dengan peristiwa budaya besar, termasuk sequel The Devil Wears Prada 2. Sekuel tersebut, yang dirilis pada awal 2026, menghasilkan pendapatan lebih dari $457 juta secara global, menegaskan kembali daya tarik budaya pop yang dipicu oleh cerita asalnya.

Secara keseluruhan, narasi seputar Anna Wintour mencerminkan dinamika kompleks antara kekuasaan editorial, kepentingan komersial, dan hubungan pribadi yang sering kali tersembunyi di balik sorotan publik. Dari tuduhan “deal dengan iblis” hingga kebencian pribadi terhadap Meghan Markle, serta evolusi hubungan dengan film yang semula menyinggung, semua menunjukkan bahwa dunia mode dan media tetap menjadi arena pertarungan nilai dan pengaruh yang tiada henti.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar