Back to Bali – 05 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Sosial telah memulai uji coba perluasan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) dengan memanfaatkan aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data penerima bantuan agar penyaluran program sosial pemerintah semakin tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Badung, Drs. I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan bahwa Kabupaten Badung telah mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tahap perluasan piloting digitalisasi bansos yang diinisiasi pemerintah pusat.
Pada tahap awal, sebanyak 182 perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Kuta Utara dilibatkan dalam proses uji coba tersebut.
Sebanyak 88 agen pendamping perlindungan sosial juga mengikuti aktivasi dan pendampingan penggunaan aplikasi guna memastikan proses implementasi berjalan optimal.
Kendati demikian, masyarakat maupun para pendamping menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program tersebut.
Aplikasi Perlinsos memungkinkan masyarakat untuk melakukan aktivasi dan pembaruan data kepesertaan bantuan sosial secara mandiri.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Program perluasan piloting digitalisasi bansos tahap kedua ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026.
Implementasi akan dilakukan secara bertahap di seluruh 62 desa dan kelurahan di Kabupaten Badung.













