Back to Bali – 17 April 2026 | PT PO Sumber Alam Ekspres kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan hasil uji coba bus listrik Kalista pada rute Bekasi‑Yogyakarta. Pengujian yang berlangsung sejak Mei hingga September 2025 ini memberikan gambaran nyata tentang performa kendaraan listrik di medan operasional sehari‑hari, sekaligus membuka peluang pengembangan rute jarak jauh antara Jakarta dan Yogyakarta.
Rangkaian Uji Coba dan Lingkup Pengujian
Selama empat bulan, bus listrik Kalista beroperasi secara penuh dengan menghubungkan Pool Sumber Alam Kutoarjo, Rest Area Ajibarang, Rest Area Cikamurang, hingga Pool Sumber Alam Pondok Ungu di Bekasi. Total jarak tempuh tercatat 543 kilometer, dengan rata‑rata efisiensi energi mencapai 1,5 kilometer per kilowatt‑jam (km/kWh). Baterai berkapasitas 303 kWh diisi penuh sebelum memulai perjalanan, menunjukkan kemampuan kendaraan menempuh jarak jauh tanpa perlu mengisi ulang secara berulang.
Efisiensi dan Penghematan Biaya Operasional
Dari sisi ekonomi, hasil uji coba mengungkap bahwa penggunaan bus listrik dapat menghemat energi hingga 52 persen bila dibandingkan dengan bus konvensional berbahan bakar diesel. Penghematan ini tidak hanya berdampak pada penurunan biaya operasional, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan transportasi berkelanjutan.
Respons Pengguna dan Kenyamanan Penumpang
Selama masa operasional, penumpang dilaporkan merasakan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi, berkat getaran yang lebih halus dan kebisingan yang jauh lebih rendah dibandingkan bus diesel. Anthony Steven Hambali, Direktur Utama PT PO Sumber Alam Ekspres, menegaskan bahwa penerimaan pengguna menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi kelayakan jangka panjang.
Kendala dan Pertimbangan Lanjutan
Meskipun hasil uji coba menunjukkan tren positif, perusahaan belum memiliki rencana konkret untuk memperluas penggunaan bus listrik pada rute Jogja‑Jakarta. Hambali menyebutkan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kesiapan infrastruktur pengisian daya di sepanjang rute, serta kebutuhan untuk menyesuaikan sistem operasional dengan teknologi baru. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang agar investasi tidak menjadi beban finansial yang berlebih.
Prospek Pengembangan Rute Jarak Jauh
Para analis industri transportasi melihat uji coba ini sebagai langkah awal yang penting. Jika infrastruktur pengisian cepat dapat dibangun di titik‑titik strategis, bus listrik berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dalam layanan antarkota. Selain itu, efisiensi energi yang tinggi dapat meningkatkan daya saing PT PO Sumber Alam Ekspres di pasar transportasi publik yang semakin menuntut solusi ramah lingkungan.
Kesimpulannya, uji coba bus listrik Kalista pada rute Bekasi‑Yogyakarta memberikan bukti kuat bahwa kendaraan listrik dapat beroperasi secara efektif dalam jarak tempuh panjang, menawarkan penghematan biaya yang signifikan, serta meningkatkan kenyamanan penumpang. Namun, realisasi rute Jakarta‑Yogyakarta masih memerlukan evaluasi lebih lanjut terkait infrastruktur pengisian daya dan penyesuaian operasional. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan investasi pada jaringan pengisian, masa depan transportasi listrik antar‑kota di Indonesia tampak semakin menjanjikan.













