Back to Bali – 04 Mei 2026 | Toronto, 3 Mei 2026 – Pada Minggu malam, Cleveland Cavaliers menutup rangkaian pertama playoff NBA melawan Toronto Raptors dengan kemenangan meyakinkan 114-102 pada pertandingan penentu (Game 7). Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri harapan Raptors melaju ke babak berikutnya, tetapi juga menegaskan dominasi Cavaliers di kuarter ketiga, di mana mereka mencatat selisih poin 38-19.
Jarrett Allen menjadi bintang utama bagi Cavaliers dengan mencatat double‑double impresif: 22 poin dan 19 rebound. Penampilannya di dalam catwalk, terutama dunk kuat pada kuarter ketiga, memperkuat keunggulan tim di papan skor. Sementara itu, Evan Mobley menambah kontribusi penting dengan 14 poin dan 10 rebound hanya pada kuarter ketiga, membantu Cleveland menguasai papan rebon dengan selisih 22-8 pada periode tersebut.
Statistik Utama
- Cleveland Cavaliers: 114 poin, 55 rebound, 25 assist, 12 steal, 5 blok.
- Toronto Raptors: 102 poin, 42 rebound, 18 assist, 9 steal, 3 blok.
- Jarrett Allen – 22 poin, 19 rebound.
- Scottie Barnes – 24 poin, 9 rebound, 6 assist (menjadi pencetak terbanyak Raptors).
- Evan Mobley – 14 poin, 10 rebound (semua pada kuarter ketiga).
Raptors, yang dipimpin oleh Scottie Barnes, berjuang keras namun gagal menutup jarak. Barnes mencetak 24 poin, menambahkan sembilan rebound dan enam assist, namun upayanya tak cukup untuk mengatasi keunggulan Cleveland. Tim Toronto juga harus beroperasi tanpa Immanuel Quickley, yang terpaksa absen seluruh seri karena cedera hamstring. Kondisi ini semakin memperparah beban pada Barnes dan rekan‑rekan setimnya.
Kuarter pertama berlangsung seimbang, berakhir dengan skor 49-49 pada jeda. Namun, sesaat setelah istirahat, Cavaliers memulai serangan balik yang mengubah dinamika pertandingan. Dengan serangkaian serangan cepat dan eksekusi yang tajam, mereka mencatat 11‑1 run untuk membuka keunggulan pertama mereka. Momentum ini berlanjut intensif pada kuarter ketiga, ketika Cleveland menumpuk 38 poin sementara Raptors hanya mampu menambah 19 poin, menciptakan selisih 19 poin menjelang kuarter keempat.
Strategi pertahanan Cavaliers pada kuarter ketiga juga berperan penting. Mereka menguasai papan rebon dengan perbandingan 22‑8, menghasilkan 14 poin second‑chance, sementara Raptors tidak memperoleh satu pun poin second‑chance. Penekanan pada pertahanan dalam area cat mengakibatkan banyak kesempatan serangan ulang bagi Cleveland.
Di kuarter keempat, Raptors berusaha bangkit dengan mencatat 34 poin melawan 27 poin Cavaliers. Namun, usaha tersebut tidak mampu menutup defisit yang sudah terlalu besar. Pada menit-menit akhir, Raptors masih tertinggal 12 poin, dan upaya terakhir mereka tidak berhasil menembus pertahanan ketat Cleveland.
Kemenangan ini mengantar Cavaliers ke babak kedua playoff, di mana mereka akan berhadapan dengan Detroit Pistons pada Selasa mendatang. Sementara itu, Raptors menutup catatan mereka di playoff musim ini dengan rekor 0‑11 dalam pertandingan di Cleveland, menegaskan tantangan berat yang dihadapi tim Kanada di arena lawan.
Secara statistik, kedua tim mencatat total 718 poin masing‑masing selama enam setengah pertandingan pertama seri, menunjukkan persaingan yang ketat hingga titik kritis. Namun, keunggulan taktis dan eksekusi pada kuarter ketiga menjadi penentu utama dalam Game 7 ini.
Dengan eliminasi Raptors, fokus media kini beralih pada potensi pertempuran antara Cavaliers dan Pistons. Bagi Cavaliers, menjaga ritme menyerang yang terbukti efektif dan memperkuat pertahanan di area paint menjadi kunci untuk melaju lebih jauh. Bagi Raptors, musim ini menjadi refleksi atas kebutuhan memperkuat kedalaman skuad, terutama mengingat absennya pemain kunci seperti Quickley dan cedera yang menimpa pemain lain selama playoff.
Kesimpulannya, Game 7 ini menegaskan bahwa performa tim pada kuarter ketiga dapat menjadi faktor penentu dalam seri playoff. Cavaliers memanfaatkan peluang tersebut dengan sempurna, sementara Raptors gagal menyesuaikan taktik mereka secara cepat, berujung pada eliminasi yang menyakitkan.













