Back to Bali – 12 Juni 2026 |
BaliUpdate.id, Jakarta – Kenaikan nilai tukar dolar AS sering menjadi perhatian masyarakat yang memiliki rencana bepergian ke luar negeri. Perubahan kurs dapat memengaruhi berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, hingga biaya makan selama berada di destinasi tujuan.
Kenaikan dolar memang bisa meningkatkan biaya liburan. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya perjalanan ke negara yang menggunakan dolar atau memiliki mata uang yang bergerak searah dengan dolar cenderung menjadi lebih mahal. Beberapa pengeluaran yang biasanya terdampak adalah tiket pesawat internasional, hotel dan akomodasi, transportasi lokal, biaya makan dan hiburan, tiket atraksi wisata, dan belanja oleh-oleh.
Perbedaan kurs yang terlihat kecil dapat memberikan dampak yang cukup signifikan jika dikalikan dengan total kebutuhan selama perjalanan. Sebagai contoh, selisih beberapa ratus rupiah per dolar dapat membuat total biaya perjalanan meningkat ketika kebutuhan transaksi mencapai ratusan atau bahkan ribuan dolar selama liburan.
Tidak semua destinasi terdampak dengan besaran yang sama. Beberapa destinasi di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, atau Malaysia memiliki struktur biaya yang relatif berbeda dibanding negara-negara dengan biaya hidup tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Swiss.
Fokus pada anggaran, bukan sekadar kurs. Sering kali perhatian hanya tertuju pada pergerakan nilai tukar, padahal faktor yang lebih penting adalah kesiapan anggaran secara keseluruhan. Seseorang yang sudah mempersiapkan dana liburan jauh hari sebelumnya umumnya memiliki ruang yang lebih besar untuk menghadapi perubahan kurs dibanding mereka yang baru mulai mengumpulkan dana menjelang keberangkatan.
Jika kenaikan kurs mulai memengaruhi anggaran secara signifikan, ada beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah mengubah waktu keberangkatan, memilih destinasi dengan biaya lebih terjangkau, mengurangi durasi perjalanan, menyesuaikan anggaran belanja dan hiburan, dan memanfaatkan promo tiket atau akomodasi.
Menyiapkan dana traveling sejak jauh hari adalah salah satu pelajaran yang sering muncul saat kurs berfluktuasi. Dengan menyisihkan dana secara bertahap, wisatawan memiliki waktu yang lebih panjang untuk membangun anggaran liburan dan mengurangi ketergantungan pada kondisi kurs menjelang keberangkatan.













