Back to Bali – 21 April 2026 | Atletico Madrid mengalami kegagalan dramatis pada final Copa del Rey 2026 setelah tersingkir lewat adu penalti melawan Real Sociedad di Estadio de La Cartuja, Sevilla, pada 19 April 2026.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Kedua tim saling menyerang dan berhasil mencetak masing‑masing dua gol, sehingga skor akhir waktu normal dan perpanjangan menjadi 2‑2. Setelah 120 menit, keduanya harus menempuh adu penalti untuk menentukan pemenang.
Di babak adu penalti, tekanan semakin menguat. Julian Álvarez dan Alexander Sorloth, dua penyerang andalan Atletico, gagal mengeksekusi tembakan mereka. Sementara kiper Real Sociedad, Unai Marrero, tampil gemilang dengan menahan kedua tembakan tersebut, menjadikannya pahlawan utama dalam kemenangan 4‑3 bagi Sociedad.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, yang dikenal dengan julukan “Cholo”, menyampaikan kekecewaannya namun tetap optimis. “Kami sudah bermain dengan bagus. Pemain memberikan semuanya yang mereka miliki. Sayangnya, mereka (Sociedad) bisa memenangi adu penalti,” ujarnya kepada wartawan, mengutip pernyataan yang dilaporkan oleh Diario AS.
Koke, kapten Atletico, tetap memberikan dukungan kepada rekan‑rekan setimnya. Ia menilai Álvarez tetap striker hebat meski tembakannya meleset. “Tapi, dia tetap striker yang hebat,” kata Koke dalam wawancara dengan Movistar.
Catatan Penjagaan Penalti
Unai Marrero mengaku telah mempelajari gaya tendangan penalti lawan sejak lama. Menurutnya, saran dari pelatih kiper Real Sociedad, Alex Remiro, sangat membantu. “Alex memberiku nasihat yang bagus, dia banyak membantuku. Sehingga, aku merasa tenang dan tidak banyak berpikir. Aku bisa menyelamatkan dua kali tendangan penalti, dan itu menyenangkan,” ujar Marrero.
Implikasi untuk Liga Champions
Kegagalan di Copa del Rey tidak mengurangi ambisi Atletico di ajang Liga Champions. Simeone menegaskan bahwa timnya masih berpeluang melaju ke final kompetisi Eropa tersebut, asalkan berhasil menyingkirkan Arsenal di semifinal pekan depan. “Untuk bisa mencapai final, fans ingin kami menang. Kami tidak perlu banyak memberi janji,” tegasnya.
Sejarah Penalti yang Menyakitkan
Julian Álvarez pernah mengalami nasib serupa pada pertandingan La Liga melawan RCD Mallorca pada September 2022, serta pada babak 16 Besar Liga Champions musim lalu, dimana tembakan penalti‑nya meleset. Kegagalan berulang ini menambah beban mental bagi pemain, namun tetap menjadi pelajaran berharga.
Dengan hasil ini, Real Sociedad meraih trofi Copa del Rey pertamanya dalam beberapa tahun, sementara Atletico Madrid kembali mencari jalan kembali ke puncak. Meskipun gagal meraih trofi domestik, tim asal Spanyol masih memiliki peluang besar di kompetisi Eropa, serta harapan untuk memperbaiki performa di sisa musim La Liga.
Ke depan, fokus Atletico akan tertuju pada persiapan melawan Arsenal, sementara Real Sociedad akan bersiap merayakan kemenangan dan menatap tantangan selanjutnya di kompetisi domestik maupun Eropa.













