Back to Bali – 10 Mei 2026 | JAKARTA – Pada 7 Mei 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menandatangani Surat Telegram ST/960/V/KEP/2026 yang menandai rotasi dan mutasi besar‑besarannya terhadap ratusan perwira Polri. Kebijakan tersebut mencakup pemberhentian dan pengangkatan kembali pada 108 perwira tinggi (pati) dan menengah (pamen), serta pergantian resmi sembilan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di seluruh Indonesia.
Ruang Lingkup Mutasi
Mutasi ini mencakup tiga jenis pergerakan jabatan: promosi, pergeseran jabatan setara (flat) dan penempatan kembali setelah menyelesaikan pendidikan. Dari 108 perwira yang terdampak, 91 di antaranya masuk dalam kategori promosi atau flat jabatan, sementara sisanya dipindahkan ke posisi strategis di Mabes Polri maupun wilayah.
Daftar 9 Kapolda yang Diganti
- Sumatera Barat: Irjen Djati Wiyoto Abadhy menggantikan Irjen Gatot Tri Suryantana, yang kini ditugaskan sebagai perwira tinggi di Lemdiklat Polri.
- Kalimantan Utara: Brigjen Agus Wijayanto mengambil alih jabatan Kapolda Kaltara, menggantikan Irjen Djati yang dipindahkan ke Sumatera Barat.
- Jawa Barat: Irjen Pipit Rismanto menjadi Kapolda Jabar, menggantikan Irjen Rudi Setiawan yang kini menjabat sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri.
- Kalimantan Barat: Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar diangkat sebagai Kapolda Kalbar, menggantikan Irjen Pipit.
- Maluku Utara: Brigjen Arif Budiman menggantikan Irjen Waris Agono.
- Nusa Tenggara Barat: Irjen Kalingga Rendra Raharja ditunjuk Kapolda NTB.
- Bengkulu: Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid menjadi Kapolda Bengkulu.
- Sulawesi Tenggara: Brigjen Himawan Bayu Aji mengisi jabatan Kapolda Sultra, menggantikan Didik Agung Widjanarko yang dimutasi menjadi perwira tinggi.
- Sulawesi Tengah: Brigjen Nasri diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.
Pernyataan Pejabat Polri
Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier dan penyegaran organisasi. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” tuturnya dalam keterangan tertulis.
Johnny menambahkan bahwa tujuan utama pergantian ini adalah memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, sekaligus menyiapkan kepemimpinan yang lebih adaptif dan profesional.
Dampak dan Harapan
Dengan 108 perwira mengalami pergeseran jabatan sekaligus 9 Kapolda yang diganti, Polri berharap dapat mempercepat regenerasi kepemimpinan di semua tingkatan. Pergantian ini diharapkan menimbulkan sinergi baru antara pusat dan daerah, meningkatkan responsivitas terhadap dinamika keamanan nasional, serta menumbuhkan rasa percaya publik terhadap institusi kepolisian.
Secara keseluruhan, kebijakan mutasi ini mencerminkan upaya Polri untuk terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan keamanan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur kepemimpinan negara.
Dengan langkah ini, diharapkan Polri dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat penegakan hukum, serta menyiapkan generasi pemimpin polisi yang siap menjawab tantangan masa depan.













