Gubernur Koster Promosikan Garam Tradisional Bali di Forum Akademisi Perikanan dan Kelautan

Back to Bali – 20 Mei 2026 | Gubernur Bali Wayan Koster berbicara di depan akademisi dari 67 universitas se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi..

Gubernur Koster Promosikan Garam Tradisional Bali di Forum Akademisi Perikanan dan Kelautan

Back to Bali – 20 Mei 2026 | Gubernur Bali Wayan Koster berbicara di depan akademisi dari 67 universitas se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI). Pada forum yang berlangsung di Gedung Widyasabha Kampus Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Gubernur Koster mempromosikan salah satu potensi kelautan yang dimiliki daerah Bali yaitu garam tradisional.

Lebih jauh, ia memaparkan potensi Bali yang memiliki garis pantai sepanjang 630 km persegi dengan luas wilayah laut 9.000 km persegi. Selain menyimpan potensi perikanan seperti ikan tuna, tongkol, udang hingga kerapu, sejumlah kawasan pesisir juga terkenal sebagai penghasil garam.

Ia pun menyebutkan sejumlah kawasan yang dikenal sebagai penghasil garam yaitu Kusamba, Tejakula dan Amed. Menurut dia, garam Bali yang diolah dengan cara tradisional memiliki rasa dan kandungan yang sangat bagus hingga diminati pengelola hotel, bahkan mampu menembus pasar ekspor.

Gubernur Koster telah menempuh sejumlah langkah untuk melindungi keberadaan garam tradisional sekaligus mendorong pemasarannya. Ia telah mengurus Indikasi Geografis (IG) atas garam tradisional yang dihasilkan tiga wilayah tersebut agar terlindungi dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani garam.

Selain memperjuangkan IG, keberpihakan Gubernur Koster juga ditunjukkan dengan mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar