Back to Bali – 10 Mei 2026 | Gunung Dukono, gunung berapi aktif di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengamuk pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Letusan yang mengirimkan kolom abu setinggi sekitar 10.000 meter ini menewaskan tiga pendaki—dua warga negara Singapura dan satu warga Indonesia—serta memicu operasi penyelamatan masif yang melibatkan lebih dari seratus personel, TNI, polisi, serta drone termal.
Gambaran Letusan dan Karakteristik Vulkanik
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa kolom abu berwarna putih, kelabu, hingga hitam muncul pada pukul 07.41 WIT dengan intensitas tebal. Aktivitasnya bersifat eksplosif‑efusif tipe Stromboli, menghasilkan abu, material pijar, dan aliran lava. Selama 24 jam pertama, kolom abu berfluktuasi antara 900 meter hingga 3.000 meter, sementara letusan utama tetap mencapai ketinggian 10 kilometer.
Korban Jiwa dan Evakuasi
Tim SAR gabungan menemukan jenazah dua warga Singapura sekitar 20–30 meter dari tepi kawah utama. Identitas korban Indonesia masih belum terkonfirmasi; ia dinyatakan hilang. BNPB mencatat total lima pendaki mengalami luka-luka, sementara 20 pendaki lainnya masih terjebak di zona berbahaya. Pada Jumat sore, 17 orang—tujuh warga Singgara dan sepuluh warga Indonesia—berhasil dievakuasi dengan selamat.
Operasi Pencarian dan Kendala
Setelah letusan berlanjut pada Sabtu, 9 Mei, tim penyelamat melanjutkan pencarian meski harus menghentikan kegiatan pada malam Jumat demi keamanan. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan lebih dari seratus penyelamat, termasuk drone termal, dikerahkan untuk mengamankan area sekitar 700 meter dari kawah. Kendala utama meliputi medan ekstrem, lontaran material vulkanik yang dapat mencapai 1,5 kilometer, serta perubahan arah angin yang cepat.
Ahli vulkanologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menekankan bahwa bahaya tidak hanya pada waktu letusan, melainkan pada volume material yang terlontar. Jalur pendakian tidak resmi menjadi faktor risiko terbesar, karena menghambat sistem pemantauan dan mengundang pendaki mengabaikan peringatan zona larangan 4 kilometer.
Respons Pemerintah dan Koordinasi Internasional
Kementerian Luar Negeri Singapura bersama Kedutaan Besarnya di Jakarta memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban. Sementara itu, BNPB menegaskan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk mengusut dugaan kelalaian pegiat wisata yang tetap mendaki meski zona penutupan telah diumumkan sejak Desember 2024.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menyatakan bahwa otoritas akan memperketat pengawasan jalur pendakian dan memastikan tidak ada pendaki yang melanggar izin. Masyarakat sekitar dan wisatawan diimbau memakai masker saat hujan abu serta menjauh dari radius 4 kilometer kawah Malupang‑Warirang.
Data Geografis dan Sejarah Gunung Dukono
- Ketinggian: 1.087 mdpl
- Koordinat: 1°42′ LS, 127°52′ BT
- Jarak ke kota terdekat: 14 km barat daya Tobelo
- Kawah utama aktif: Malumpang‑Warirang
Gunung ini telah mencatat beberapa erupsi signifikan dalam dekade terakhir, menjadikannya salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, sebuah negara yang terletak di Cincin Api Pasifik.
Dengan aktivitas yang terus meningkat, otoritas bertekad menjaga keselamatan pendaki dan warga sekitar sambil terus memantau perkembangan vulkanik secara real‑time. Upaya pencarian tiga pendaki yang hilang masih berlangsung, dan hasil akhirnya akan menjadi pelajaran penting bagi manajemen risiko gunung berapi di masa depan.













