Back to Bali – 14 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Moskow pada Senin, 13 April 2026, untuk pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedatangan beliau mendapat sambutan hangat dari komunitas mahasiswa Indonesia serta alumni yang telah menamatkan studi di Rusia. Meski suhu udara di ibu kota Rusia menurun drastis, sikap Prabowo tetap bersahaja dan menghangatkan suasana, menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang pendidikan.
Suasana Kedatangan Prabowo di Moskow
Setibanya di Bandara Sheremetyevo, Prabowo disambut oleh perwakilan mahasiswa Indonesia, alumni, serta pejabat kedutaan. Salah satu alumni, Sellita, yang kini berkarier sebagai akademisi, menuturkan bahwa sambutan Presiden terasa “sangat kalem dan bersahaja”. Ia menambahkan, “Meskipun Moskow sedang dingin, Bapak Presiden tetap hangat ketika menyambut kami.” Suasana tersebut mencerminkan keakraban yang terjalin sejak kunjungan pertama Prabowo ke Moskow pada Desember lalu, ketika ia menjemput mahasiswa yang terjebak dalam hujan salju deras.
Harapan Mahasiswa dan Alumni
Sellita, lulusan Higher School of Economics (HSE) Moscow tahun 2020, mengungkapkan harapannya bahwa kunjungan Presiden akan memperluas kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Rusia. Ia menekankan bahwa kolaborasi tidak hanya harus mencakup pertukaran mahasiswa, tetapi juga melibatkan akademisi dan peneliti yang ingin melakukan riset lanjutan di Moskow.
- Pengembangan program beasiswa bersama untuk mahasiswa Indonesia.
- Peningkatan peluang riset kolaboratif bagi dosen dan peneliti.
- Pembentukan pusat studi bersama yang fokus pada energi, teknologi, dan kebudayaan.
Alya, mahasiswi bisnis di HSE Moscow, menyuarakan harapan serupa. Ia menyoroti pentingnya peningkatan beasiswa dan beasiswa khusus bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Rusia. “Semoga kerja sama di bidang pendidikan semakin kuat, sehingga lebih banyak rekan-rekan mahasiswa kami dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Langkah Konkret Kerja Sama Pendidikan
Dalam pertemuan dengan Presiden Putin, Prabowo menegaskan niat Indonesia untuk memperluas jaringan akademik dengan Rusia. Kedua pemimpin sepakat untuk:
- Menggandakan jumlah beasiswa bilateral bagi program sarjana, magister, dan doktor.
- Menyusun perjanjian pertukaran dosen dan peneliti selama tiga tahun ke depan.
- Membuka program magang industri di perusahaan energi dan teknologi Rusia untuk mahasiswa Indonesia.
Selain itu, pihak kedutaan Indonesia di Moskow berjanji akan memfasilitasi proses akreditasi bagi program studi Indonesia yang ingin berkolaborasi dengan universitas Rusia. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan jalur pendidikan yang lebih mudah diakses, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang belum memiliki koneksi internasional.
Sellita menutup pertemuan dengan doa bagi kesehatan dan kebugaran Prabowo. “Di usia yang tidak muda lagi, semangat Bapak tetap tinggi. Semoga selalu sehat dan terus memimpin bangsa Indonesia dengan penuh dedikasi,” ujarnya. Alya pun menambahkan harapannya agar Presiden terus memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia di panggung internasional.
Kunjungan ini menegaskan bahwa hubungan Indonesia‑Rusia tidak hanya berpusat pada bidang ekonomi dan energi, melainkan juga pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Dengan dukungan pemerintah kedua negara, mahasiswa Indonesia diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih luas ke pendidikan berkualitas di Rusia, sementara akademisi Indonesia dapat memperdalam riset bersama rekan-rekan Rusia.
Keberhasilan pertemuan ini akan menjadi indikator penting bagi agenda bilateral ke depan, terutama dalam konteks persaingan global untuk inovasi dan pengetahuan. Jika implementasi kebijakan berjalan lancar, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam diplomasi publik.













