Back to Bali – 23 April 2026 | SDN 2 Barukan, Klaten, memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, dengan cara yang tak biasa. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya disajikan dalam porsi terkotak, kali ini diubah menjadi prasmanan lengkap, mengundang antusiasme tinggi dari siswa-siswi.
Menu Prasmanan yang Disajikan
Menurut Kepala Sekolah, Agung Santika, menu hari itu terdiri atas nasi putih, ikan lele goreng, sayuran segar, buah kelengkeng, serta susu kotak. “Hari ini acara MBG dengan cara prasmanan dari SPPG Manisrenggo. Menunya nasi, lele, sayur, terus buahnya kelengkeng, dan susu,” ujarnya dalam wawancara.
Setiap anak menunggu gilirannya dengan memegang ompreng, berbaris rapi di depan meja prasmanan. Guru‑guru membantu menyendokkan makanan ke dalam wadah masing‑masing, memastikan porsi yang cukup dan higienis.
Suasana Kelas yang Berbeda
Setelah menerima piring, siswa-siswi langsung kembali ke kelas. Di hari spesial tersebut, bangku dan meja belajar dipindahkan ke pinggir ruangan, sementara tikar disiapkan untuk duduk lesehan. Sebelum menyantap makanan, seluruh kelas membaca doa bersama, menciptakan suasana khidmat dan bersatu.
Antusiasme anak‑anak terlihat jelas; mereka menyantap nasi, lele, dan sayur dengan lahap, sambil sesekali menikmati kelengkeng segar. “Saya jadi sehat dan kuat, Pak Prabowo,” ujar Fer, siswa kelas 4, menambahkan rasa terima kasihnya kepada pihak penyedia MBG.
Respons Orang Tua dan Guru
Agung Santika menegaskan bahwa program MBG telah diterima dengan baik oleh orang tua. “Saya setuju MBG, karena bermanfaat, anak‑anak merasakan dan cukup senang. Selama ini tidak ada komplain dari orang tua,” katanya. Kendala yang pernah muncul hanya terkait ketersediaan buah, seperti kasus apel yang kadang sudah lama. “Selain itu berjalan lancar dan anak‑anak suka,” tambahnya.
Guru‑guru juga mencatat peningkatan konsentrasi siswa setelah mendapatkan asupan gizi yang cukup. “Anak‑anak lebih fokus pada pelajaran, energi mereka meningkat,” ujar salah satu guru kelas.
Harapan ke Depan
Kepala Sekolah berharap program MBG dapat terus berlanjut dengan variasi menu yang lebih beragam, serta penambahan susu kotak setiap hari. “Harapan ke depan bisa tetap berlanjut dan menu juga sudah cukup variatif, mungkin bisa ditingkatkan lagi. Kalau bisa susunya setiap hari,” ungkapnya.
Para siswa juga mengungkapkan manfaat pribadi. Kanaya, siswa kelas 6, menyatakan bahwa MBG mengurangi kebutuhan uang jajan. “Lumayan bermanfaat. Bisa mengurangi uang jajan, karena di jam istirahat pertama sudah ada MBG,” katanya, menambahkan rencana menabung uang jajan untuk membeli sepatu badminton baru.
Program MBG ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan gizi anak usia sekolah, yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan SPPG Manisrenggo. Implementasi prasmanan di SDN 2 Barukan menjadi contoh inovatif yang dapat diadopsi sekolah lain, terutama dalam rangka peringatan hari-hari penting nasional seperti Hari Kartini.
Dengan semangat kebangsaan yang diusung oleh R.A. Kartini, program ini tidak hanya memberikan asupan nutrisi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan rasa syukur di kalangan generasi muda. Keberhasilan hari itu menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata bagi pendidikan dan kesehatan anak.













