Back to Bali – 20 April 2026 | Hyundai Motor Indonesia (HMID) kembali menegaskan komitmen terhadap model compact SUV, Hyundai Venue, meskipun data penjualan menunjukkan angka yang sangat rendah pada awal 2026. Menurut data resmi Gaikindo, hanya tiga unit Venue yang berhasil terjual hingga Maret 2026, sebuah angka yang jauh di bawah ekspektasi pasar otomotif nasional.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengungkapkan bahwa tujuan utama peluncuran Venue bukanlah untuk mengejar volume penjualan, melainkan untuk melengkapi rangkaian produk SUV yang semakin lengkap di pasar Indonesia. Ia menambahkan bahwa strategi ini selaras dengan kebijakan global Hyundai yang menekankan keberagaman portofolio produk, khususnya di segmen SUV.
Strategi Lini SUV Hyundai di Indonesia
Sejak debut Venue di Indonesia pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Hyundai telah memperkenalkan serangkaian model SUV, termasuk Tucson yang pertama kali diluncurkan pada November 2024. Kedua model tersebut diposisikan dengan pendekatan yang berbeda: Tucson ditargetkan sebagai kontributor utama penjualan dengan varian hybrid yang menambah nilai jual, sementara Venue lebih difokuskan sebagai pelengkap yang memperkuat citra merek sebagai produsen SUV lengkap.
Fransiscus menegaskan, “Kami tidak menargetkan volume tinggi untuk Venue. Yang kami inginkan adalah menampilkan lini SUV yang paling lengkap, sehingga konsumen dapat menemukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik di segmen premium maupun entry-level.” Pendekatan ini mencerminkan strategi Hyundai secara global, dimana keberagaman model dianggap sebagai kunci keunggulan kompetitif.
Data Penjualan 2024‑2026
| Tahun | Model | Unit Terjual (3 bulan pertama) |
|---|---|---|
| 2024 | Tucson | 83 |
| 2025 | Tucson | 92 |
| 2026 | Tucson | 101 |
| 2025 | Venue | 32 |
| 2026 | Venue | 3 |
Data di atas menunjukkan bahwa Tucson mencatat tren penjualan yang positif, dengan peningkatan signifikan pada kuartal pertama 2026. Sebaliknya, Venue masih berada pada level penjualan yang sangat minim, meski angka penjualan sebelumnya pada 2025 sudah lebih tinggi dibandingkan 2026.
Meski penjualan Venue masih rendah, Fransiscus menekankan bahwa setiap unit yang terjual memberikan kontribusi penting bagi profitabilitas dealer. “Satu unit Venue sekalipun bagi dealer sudah seperti emas, karena membantu mempertahankan margin dan kepercayaan konsumen terhadap jaringan penjualan kami,” ujar ia.
Pandangan Dealer dan Prospek Kedepan
Dealer Hyundai di berbagai kota melaporkan bahwa keberadaan Venue, meskipun tidak menghasilkan volume tinggi, tetap meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kelengkapan rangkaian produk Hyundai. Dealer menganggap kehadiran model entry‑level ini penting untuk menarik pembeli pertama kali yang mengincar SUV berukuran kecil dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, Hyundai menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menghentikan produksi Venue atau Tucson, termasuk varian hybrid Tucson. “Model ini masih dipasarkan dan kami terus memantau respons pasar. Namun, kami juga mempersiapkan gebrakan berikutnya yang akan lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” kata Fransiscus.
Secara keseluruhan, strategi Hyundai menunjukkan bahwa perusahaan lebih mengutamakan keberagaman portofolio daripada mengejar angka penjualan tunggal. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat positioning merek di pasar SUV yang semakin kompetitif, sekaligus menyiapkan fondasi bagi peluncuran model-model baru yang lebih sesuai dengan selera konsumen lokal.
Dengan menegaskan pentingnya Venue sebagai bagian tak terpisahkan dari lini SUV, Hyundai berupaya menciptakan ekosistem produk yang mampu menjawab beragam segmen pasar, mulai dari konsumen yang mencari kendaraan premium hingga yang menginginkan pilihan ekonomis namun tetap bergaya SUV.













