Back to Bali – 13 Mei 2026 | Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat sangat penting dalam penanganan sampah yang berkelanjutan di Bali. Ibu Putri Koster menyampaikan hal ini saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng.
Ibu Putri Koster mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat telah diatur melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021.
Selain menyoroti pentingnya pemilahan sampah, Ibu Putri Koster juga mengingatkan masyarakat tentang bahaya penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebut bahwa pembatasan sampah plastik perlu terus disosialisasikan karena plastik sangat sulit terurai dan dapat merusak lingkungan.
Acara RISE Talks Singaraja ini diharapkan dapat melahirkan integrasi pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang mampu mencetak generasi muda Bali yang siap bersaing sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah.













