Back to Bali – 14 Juni 2026 | Menyambut peningkatan aktivitas penerbangan selama musim liburan pertengahan tahun, Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan melakukan kunjungan kerja ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali, Sabtu, 13 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan pasokan serta kualitas bahan bakar pesawat (avtur) tetap terjaga guna mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bali yang diperkirakan meningkat seiring liburan sekolah dan bertambahnya kunjungan wisatawan.
Dalam kesempatan itu, Mochamad Iriawan menegaskan pentingnya keandalan AFT Ngurah Rai sebagai salah satu infrastruktur strategis penunjang konektivitas udara di Bali. Saya sengaja melakukan kunjungan ini untuk memastikan seluruh prosedur operasional berjalan dengan baik. Keandalan AFT Ngurah Rai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas udara dari dan menuju Bali. Hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan.
AFT Ngurah Rai yang dikelola PT Pertamina Patra Niaga berperan sebagai fasilitas utama penyedia dan penjamin kualitas avtur bagi maskapai domestik maupun internasional yang beroperasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas penyimpanan avtur mencapai 24.300 kiloliter (KL). Saat ini, rata-rata konsumsi avtur di terminal tersebut tercatat sekitar 1.495 KL per hari, menjadikannya salah satu pusat distribusi energi penerbangan terpenting di Bali.
Aviation Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa, menjelaskan bahwa pengendalian mutu avtur menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Pelaksanaan pengecekan rutin, pengujian visual maupun spesifikasi produk, serta penerapan aspek keselamatan kerja pada setiap tahapan penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran menjadi komitmen kami dalam menjalankan operasional.
Selama peninjauan, Iriawan melihat langsung berbagai proses operasional, termasuk pemeriksaan kualitas avtur yang dilakukan setiap hari sebelum bahan bakar disalurkan ke pesawat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para Perwira Pertamina yang tetap menjalankan tugas dengan profesional meskipun berada di periode libur. Menurutnya, ketelitian, kedisiplinan, dan integritas pekerja di sektor aviasi menjadi faktor penting dalam menjaga standar keselamatan penerbangan. Penerapan SOP dengan mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi prioritas utama sekaligus license to operate bagi Pertamina.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai kesiapan pasokan avtur memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah, khususnya di Bali yang menjadi salah satu destinasi wisata utama Indonesia. Kelancaran penerbangan memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Karena itu, Pertamina terus menjaga keandalan pasokan avtur sebagai bagian dari dukungan terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.













