Back to Bali – 03 Mei 2026 | Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan usai laporan resmi klub mengumumkan bahwa enam pemain andalannya akan mengakhiri masa kontrak pada pertengahan tahun 2026. Situasi ini menambah ketegangan menjelang fase akhir Super League 2025/2026, terutama setelah keputusan tak terduga melibatkan Bruno Moreira dan Ernando Ari dalam laga melawan PSBS Biak pada 2 Mei 2026.
Daftar Enam Bintang yang Kontraknya Habis
Berikut nama-nama pemain yang kontraknya akan berakhir pada pertengahan 2026, beserta peran masing‑masing di skuad:
- Bruno Moreira – Penyerang utama yang selama ini menjadi andalan serangan Persebaya. Meski sempat masuk bangku cadangan pada pertandingan melawan PSBS Biak, performa golnya tetap menjadi aset penting.
- Jefferson Silva – Bek tengah berpengalaman, menjadi tulang punggung lini pertahanan bersama Risto Mitrevski.
- Risto Mitrevski – Bek sayap kiri dengan kemampuan menekan lawan secara agresif, kontribusinya di lini belakang tak tergantikan.
- Toni Firmansyah – Gelandang serba bisa yang mengatur tempo permainan, sering menjadi penghubung antara lini tengah dan depan.
- Francisco Rivera – Kapten tim, gelandang serang yang dikenal dengan visi permainan dan tendangan jarak jauh.
- Milos Raickovic – Gelandang tengah asal Serbia, dikenal dengan kontrol bola dan distribusi akurat.
Keberadaan keenam pemain ini tidak hanya penting bagi stabilitas taktik, tetapi juga menjadi simbol identitas tim yang dikenal dengan julukan Bajul Ijo.
Latar Belakang Keputusan Susunan Pemain Terbaru
Pada Sabtu (2/5/2026) sore, Persebaya menurunkan Andhika Ramadhani sebagai kiper utama dalam laga melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo. Sementara itu, Bruno Moreira yang biasanya menjadi starter dipindahkan ke bangku cadangan, dan Ernando Ari bahkan tidak masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Pelatih Bernardo Tavares menjelaskan bahwa rotasi pemain merupakan upaya menjaga kebugaran dan mengantisipasi tekanan akhir musim.
“Kami harus tetap rendah hati dan menghormati lawan. PSBS Biak bermain tanpa beban, sehingga mereka bisa tampil lebih lepas,” ujar Tavares dalam konferensi pers pra‑pertandingan. Ia menambahkan bahwa keputusan menurunkan beberapa pemain inti bukan berarti menurunkan kualitas, melainkan strategi jangka panjang menjelang negosiasi perpanjangan kontrak.
Dampak Terhadap Negosiasi Kontrak
Menjelang pertengahan 2026, manajemen Persebaya diperkirakan akan mengadakan pertemuan intensif dengan agen‑agen pemain untuk membahas perpanjangan atau opsi transfer. Pada fase ini, klub harus menilai:
- Kinerja pemain selama musim 2025/2026, termasuk kontribusi gol, assist, dan statistik defensif.
- Kebutuhan finansial klub, mengingat gaji pemain bintang dapat menjadi beban signifikan.
- Minat klub lain, baik domestik maupun luar negeri, yang mungkin menawarkan tawaran menarik.
Jika kontrak tidak diperpanjang, Persebaya dapat kehilangan enam pemain kunci secara bersamaan, yang berpotensi melemahkan skuad pada tahap krusial kompetisi. Sebaliknya, perpanjangan kontrak dapat memastikan kontinuitas taktik dan mempertahankan dukungan suporter yang kuat.
Reaksi Suporter dan Analisis Media
Suporter Persebaya, yang dikenal dengan sebutan Bonek, menyuarakan keprihatinan melalui forum online dan media sosial. Mereka menuntut transparansi dalam proses negosiasi dan menekankan pentingnya menjaga inti tim. Beberapa analis sepak bola menilai bahwa keputusan melibatkan Bruno Moreira di bangku cadangan mungkin menjadi sinyal bagi pemain tersebut untuk mengevaluasi masa depannya di klub.
Media lokal menyoroti bahwa enam pemain dengan kontrak habis pada pertengahan 2026 mencakup posisi kunci: penyerang, bek, serta gelandang. Hal ini menambah beban pada manajemen dalam menyusun strategi transfer musim depan, terutama mengingat persaingan ketat di pasar domestik.
Secara keseluruhan, situasi kontrak pemain Persebaya menambah dinamika menarik menjelang akhir musim. Keputusan teknis di lapangan, seperti penempatan Bruno Moreira sebagai cadangan, sekaligus dinamika di luar lapangan, yaitu pembicaraan perpanjangan kontrak, menjadi dua sisi mata uang yang harus dihadapi klub. Pengelolaan yang tepat akan menentukan apakah Bajul Ijo dapat tetap bersaing di puncak klasemen atau harus merombak struktur tim untuk musim berikutnya.













