Kontroversi Gol Dewa United Pecah Heboh, Umuh Muchtar Desak Satgas Mafia Wasit Turun!

Back to Bali – 24 April 2026 | Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 berlangsung sengit di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026). Laga antara..

Kontroversi Gol Dewa United Pecah Heboh, Umuh Muchtar Desak Satgas Mafia Wasit Turun!

Back to Bali – 24 April 2026 | Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 berlangsung sengit di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026). Laga antara Dewa United melawan Persib Bandung berakhir imbang 1-1, namun sorotan utama beralih pada gol kontroversial Dewa United yang dinilai tidak sah oleh pihak Persib. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, secara terbuka mengkritik kinerja wasit serta menuntut agar Satgas Mafia Wasit segera diturunkan.

Insiden gol yang dipertanyakan

Menurut pengamatan yang tersebar luas di media sosial, bola tampak melintasi garis gawang sebelum melewati mistar gawang, menandakan bahwa bola sebenarnya sudah keluar lapangan. Meskipun demikian, wasit utama tetap memberi keputusan gol kepada Dewa United. Umuh Muchtar menegaskan, “Bola sudah keluar, tapi tetap disahkan. Semua orang menonton, bukan hanya Persib, banyak yang melihat bahwa bola sudah di luar.”

Selain menyoroti fakta visual, Umuh juga menyoroti tidak digunakannya Video Assistant Referee (VAR) pada momen krusial tersebut. “Kenapa tidak dibuka VAR yang pertama? Padahal jelas. Masa yang difoto saja bisa, tapi VAR tidak ada? Ini aneh,” ujarnya dengan nada heran.

Permintaan tegas terhadap Satgas Mafia Wasit

Umuh Muchtar tidak hanya mengkritik keputusan tunggal, melainkan menuntut reformasi menyeluruh. Ia meminta agar Satgas Mafia Wasit—sebuah tim yang dibentuk untuk memantau dan menindakwaspada wasit‑wasit yang terindikasi melakukan kecurangan—diturunkan dan diganti dengan pengawas yang lebih independen. “Sudah jelas pernah kena sanksi, tapi masih dipakai. Ini sangat disayangkan,” tambahnya.

Tak berhenti sampai di situ, Umuh juga menginstruksikan agar kinerja wasit pada enam pertandingan tersisa diperhatikan secara khusus. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam penggunaan teknologi VAR yang seharusnya menjadi standar pada kompetisi liga utama.

Pengaruh kondisi pemain Persib

Di samping kontroversi wasit, Umuh juga mengakui kondisi fisik pemain Persib yang tidak optimal menjelang laga tersebut. Ia menyebut bahwa beberapa pemain mengalami kelelahan dan cedera ringan, yang berdampak pada performa tim di lapangan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa faktor tersebut tidak menjadi alasan utama bagi keputusan gol yang dipertanyakan.

Umuh menambahkan bahwa pihak manajemen Persib telah berupaya maksimal dalam menyiapkan tim, termasuk melakukan rotasi pemain dan memberikan perawatan medis intensif. “Kami tidak mengelak dari tanggung jawab, namun kami tidak dapat menerima keputusan yang jelas melanggar aturan permainan,” tegasnya.

Reaksi publik dan langkah selanjutnya

Reaksi publik pun beragam. Sebagian pendukung Persib menggelar aksi demonstrasi daring, menuntut agar PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) melakukan audit independen terhadap kinerja wasit. Sementara itu, kalangan netizen lainnya menilai bahwa insiden ini menunjukkan perlunya peningkatan standar VAR di semua kompetisi domestik.

Pihak PSSI belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan Umuh Muchtar. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa komite disiplin sedang menyiapkan laporan evaluasi wasit yang memimpin pertandingan tersebut, termasuk meninjau riwayat sanksi yang pernah diterima.

Jika tuntutan Umuh Muchtar diterima, kemungkinan besar akan terjadi perubahan pada jajaran wasit yang ditugaskan pada sisa fase kompetisi. Hal ini dapat mempengaruhi dinamika persaingan di klasemen, terutama bagi tim-tim yang masih berjuang meraih poin penting menjelang akhir musim.

Secara keseluruhan, kontroversi gol Dewa United tidak hanya menimbulkan perdebatan teknis tentang keabsahan gol, melainkan juga memicu perdebatan lebih luas tentang integritas pengawasan wasit di liga domestik. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya yang diambil oleh otoritas sepak bola Indonesia.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar