Back to Bali – 08 Mei 2026 | Kylian Mbappé, bintang penyerang Real Madrid, kembali terlihat berlatih bersama skuad pada pekan ini setelah menjalani pemulihan cedera hamstring yang menahan penampilannya sejak awal musim. Kedatangan kembali sang penyerang menimbulkan spekulasi besar mengenai ketersediaannya untuk menghadapi rival klasik, El Clásico, sekaligus menambah intensitas perdebatan di antara para pendukung Los Blancos.
Latihan Kembali dan Prospek Kembalinya
Menurut laporan yang beredar di media internasional, Mbappé telah menyelesaikan sesi latihan intensif di fasilitas latihan Real Madrid. Pelatih kepala menilai kondisi fisiknya sudah cukup stabil untuk dipertimbangkan masuk dalam starting lineup pada pertandingan melawan Barcelona. Meski demikian, staf medis masih memantau tingkat kebugaran otot hamstring secara ketat, mengingat riwayat cedera serupa yang pernah menimpa pemain sebelumnya.
Petisi “Mbappé Out” Menggila
Sementara harapan para suporter terpusat pada kembalinya bintang Prancis, sebuah petisi daring berjudul “Mbappé Out” mencatat lebih dari 18 juta tanda tangan, jauh melampaui target awal 200 ribu yang dipasang. Petisi tersebut menyerukan manajemen klub untuk mengambil langkah drastis, termasuk mempertimbangkan transfer atau penurunan peran pemain, karena dianggap menjadi beban bagi performa tim.
Para pendukung menilai bahwa Real Madrid telah mengalami penurunan prestasi signifikan: kegagalan menguasai gelar La Liga, keluar lebih awal dari kompetisi domestik, serta terhenti di perempat final Liga Champions. Kekecewaan ini memicu gelombang kritik yang menargetkan tidak hanya taktik pelatih, melainkan juga peran Mbappé yang dianggap belum mampu mengangkat tim ke level tertinggi.
Kontroversi dan Tekanan di Dalam Klub
Selain petisi, Mbappé juga menjadi sorotan publik setelah foto dirinya berlibur di Sardinia muncul di media sosial. Gambar tersebut menampilkan sang penyerang sedang bersantai di atas kapal pesiar saat seharusnya menjalani proses rehabilitasi. Kritikus menuduhnya kurang fokus pada pemulihan, sementara perwakilan pemain membela bahwa perjalanan tersebut merupakan bagian dari program pemulihan terkontrol yang telah disetujui klub.
Ketegangan juga tercatat dalam hubungan Mbappé dengan rekan setim, khususnya Vinícius Júnior. Beberapa laporan mengindikasikan adanya perbedaan gaya bermain yang memengaruhi kimia tim di lapangan. Namun, statistik menunjukkan bahwa ketika Mbappé masuk, tim tetap mencatat rata‑rata tembakan dan peluang yang lebih tinggi dibandingkan saat ia absen.
Statistik dan Performa Musim Ini
Secara angka, Mbappé telah mencetak 85 gol dalam 100 penampilan sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2024. Pada kompetisi domestik, ia memimpin klasemen pencetak gol (Pichichi) dengan 24 gol, sementara total gol di semua kompetisi mencapai 41. Meskipun demikian, efisiensi di area penalti menurun, dengan sejumlah tendangan penalti yang gagal menambah beban kritik.
Data tim menunjukkan bahwa Real Madrid mencatat 58 % kepemilikan bola dan rata‑rata 15 tembakan per pertandingan ketika Mbappé berada di lini depan, dibandingkan 12 tembakan tanpa kehadirannya. Namun, tingkat kemenangan tim tidak meningkat signifikan, menandakan bahwa faktor lain seperti pertahanan dan kedalaman skuad tetap menjadi tantangan utama.
Dengan latar belakang tersebut, kembalinya Mbappé ke lapangan tidak hanya menjadi harapan bagi pencapaian gol, tetapi juga menjadi ujian mental bagi seluruh struktur klub. Jika sang bintang mampu menunjukkan performa konsisten dan mengatasi sorotan negatif, tekanan dari petisi dan kritik dapat mereda, memberi ruang bagi Real Madrid untuk kembali bersaing di puncak kompetisi domestik dan Eropa.













