Back to Bali – 13 Mei 2026 | PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) melalui Program Sahabat Inspiratif Pelindo menyampaikan bantuan kaki palsu gratis bagi 20 penerima manfaat di wilayah operasional Jakarta. Mengusung tema “Langkah Baru, Semangat Baru”, program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka kembali ruang produktivitas bagi penyandang disabilitas, khususnya penyandang tuna daksa.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan dalam mendukung upaya rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas. “Melalui program ini, kami berharap para penerima manfaat dapat memiliki kesempatan untuk kembali melangkah dengan lebih percaya diri. Tidak hanya dari sisi mobilitas, tetapi juga dalam menjalankan aktivitas sosial dan upaya produktif secara lebih optimal,” ujarnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian alat bantu, namun juga mencakup proses pengukuran (fitting) yang akurat serta pendampingan dalam penggunaan kaki palsu agar dapat digunakan secara nyaman dalam jangka panjang. Dengan tersedianya alat bantu yang sesuai, hambatan fisik yang selama ini membatasi ruang gerak diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Salah satu penerima manfaat, Tatang, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. “Terima kasih SPSL dan Pelindo Group. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Dengan kaki palsu ini, saya merasa bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak rekan-rekan kami yang membutuhkan,” ungkapnya.
Program ini merupakan bagian dari kontribusi SPSL dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Inisiatif ini juga selaras dengan implementasi Asta Cita ke-4 yang menekankan pada penguatan sumber daya manusia yang inklusif, termasuk pemberdayaan penyandang disabilitas.













