Back to Bali – 01 Mei 2026 | Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengukir prestasi gemilang dengan mengantarkan mobil listrik EV-4 meraih juara pertama pada ajang kompetisi otomotif internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan kecanggihan riset dan inovasi generasi muda Indonesia, tetapi juga menambah kebanggaan nasional di tengah upaya global mempercepat transisi ke kendaraan ramah lingkungan.
Latar Belakang Proyek EV-4
EV-4 merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknologi Informasi. Proyek dimulai pada awal tahun 2022 sebagai bagian dari program inovasi mahasiswa UGM yang didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi serta sejumlah sponsor industri otomotif. Tim beranggotakan sepuluh mahasiswa senior yang dipimpin oleh seorang dosen pembimbing senior, Dr. Ahmad Fajar.
Tujuan utama proyek adalah mengembangkan mobil listrik berbasis platform ringan dengan daya jelajah minimal 200 kilometer per pengisian, serta menonjolkan aspek keamanan, kenyamanan, dan efisiensi energi. Selama proses desain, tim mengadopsi pendekatan simulasi aerodinamika berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) serta optimasi baterai lithium‑ion berkapasitas tinggi.
Prestasi di Ajang Internasional
Kompetisi yang diikuti, yakni Asian Green Mobility Challenge 2024, menampung lebih dari 30 tim dari 12 negara Asia. Penilaian meliputi performa teknis, efisiensi energi, inovasi desain, dan presentasi bisnis. EV-4 menonjol dalam tiga kriteria utama:
- Kecepatan akselerasi 0‑100 km/jam dalam 7,8 detik, mengungguli standar kompetisi.
- Daya jelajah 225 kilometer dengan konsumsi energi 12,5 kWh/100 km, menempatkannya di posisi teratas dalam kategori efisiensi.
- Desain interior yang ergonomis dan sistem infotainment berbasis Android Open Source yang terintegrasi dengan aplikasi pengelolaan energi.
Juri menilai EV-4 sebagai contoh terbaik integrasi teknologi lokal dengan standar internasional, sehingga tim dinyatakan juara pertama dan memperoleh penghargaan khusus untuk inovasi baterai berkelanjutan.
Dampak bagi Industri Otomotif Indonesia
Keberhasilan EV-4 memberikan sinyal kuat bagi pemerintah dan pelaku industri otomotif Indonesia untuk meningkatkan investasi dalam riset kendaraan listrik. Beberapa implikasi yang dapat diidentifikasi antara lain:
- Peningkatan kepercayaan investor asing terhadap kapasitas inovasi teknologi tinggi di tanah air.
- Penguatan ekosistem startup otomotif yang dapat memanfaatkan hasil riset kampus untuk komersialisasi produk.
- Percepatan adopsi kebijakan insentif kendaraan listrik, mengingat bukti nyata bahwa produk buatan dalam negeri mampu bersaing secara global.
Selain itu, keberhasilan tim UGM membuka peluang kerja bagi lulusan teknik dengan keahlian khusus dalam sistem tenaga listrik, kontrol kendaraan, dan software otomotif.
Rencana Pengembangan Selanjutnya
Setelah kembali dari Malaysia, tim EV-4 berencana melanjutkan fase pengujian lapangan selama enam bulan di berbagai kondisi jalan Indonesia, termasuk daerah tropis dengan suhu tinggi dan medan berbukit. Data real‑world ini akan digunakan untuk meningkatkan sistem manajemen baterai (BMS) agar lebih tahan terhadap suhu ekstrem.
Selanjutnya, tim berkolaborasi dengan sebuah perusahaan otomotif lokal untuk memproduksi versi komersial skala menengah yang ditargetkan pada pasar perkotaan. Target peluncuran produk pertama diperkirakan pada akhir 2025, dengan kapasitas produksi awal sebanyak 5.000 unit per tahun.
Universitas Gadjah Mada juga berkomitmen menyediakan inkubator teknologi khusus mobil listrik, yang akan menyediakan fasilitas laboratorium, pendanaan awal, dan jaringan mentor industri bagi proyek‑proyek serupa di masa depan.
Keberhasilan EV-4 bukan sekadar kemenangan satu tim, melainkan representasi dari potensi besar generasi muda Indonesia dalam menciptakan solusi mobilitas berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang tepat, sinergi antara akademisi, industri, dan investor, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam revolusi kendaraan listrik di Asia Tenggara.













