Back to Bali – 20 April 2026 | Pegulat voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, resmi mengumumkan keputusannya untuk kembali berkompetisi di Liga Voli Korea pada musim 2026‑2027. Keputusan ini diambil setelah diskusi panjang bersama keluarga, termasuk suami tercinta, Dio Novandra Wibawa. Megawati menegaskan bahwa ia tidak terikat secara eksklusif dengan mantan rekan satu tim, Yeum Hye‑seon, melainkan terbuka untuk bergabung dengan klub manapun yang mampu menawarkan kondisi yang tepat bagi pemulihan dan performa optimalnya.
Latar Belakang Karir Megawati di Korea
Sejak menjejakkan kaki di Negeri Ginseng pada musim 2023‑2024, Megawati telah memperlihatkan kualitas permainan yang melampaui rata‑rata. Berasal dari Jawa Timur, ia mengisi posisi opposite untuk Daejeon JungKwanJang Red Sparks dan menjadi salah satu juru gedor paling tajam dalam dua musim berturut‑turut. Statistik mencatat rata‑rata poin per set yang berada di atas 20, dengan serangan yang konsisten menembus pertahanan lawan. Prestasinya tersebut menempatkannya di antara pemain asing yang biasanya datang dari Amerika, Eropa, atau Afrika – sebuah pencapaian yang menegaskan kemampuan fisik dan tekniknya.
Namun, perjalanan Megawiti tidak selalu mulus. Pada akhir tahun lalu, ia mengalami cedera lutut yang mengharuskan perawatan intensif dan jeda kompetisi. Cedera tersebut menimbulkan keraguan di kalangan pengamat, mengingat klub‑klub Korea cenderung menutup posisi opposite untuk pemain yang memiliki riwayat cedera berat. Megawiti mengaku sempat merasakan trauma fisik dan mental, terutama setelah performanya di Proliga 2026 belum mencapai puncak kemampuan menyerangnya, meskipun tetap menjadi poros serangan utama Jakarta Pertamina Enduro.
Faktor Keluarga dan Dukungan Pelatih
Keputusan kembali ke Korea tidak lepas dari pertimbangan keluarga. Dio Novandra Wibawa, suami Megawiti yang juga aktif di dunia olahraga, memberikan dukungan penuh dan menekankan pentingnya lingkungan yang profesional dan aman bagi proses rehabilitasi. “Kami ingin Megawiti berada di tempat yang mendukung pemulihan sekaligus memberi tantangan kompetitif,” ujar Dio dalam pernyataan singkat.
Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu, menambahkan bahwa Megawiti masih menyimpan rasa trauma terkait cedera lutut. “Ia masih harus mengatasi rasa takut kembali melakukan serangan keras. Kami telah bekerja keras di latihan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, tetapi lingkungan kompetitif di luar negeri dapat memberikan stimulus yang berbeda,” jelas Karslioglu.
Pilihan Klub dan Kondisi yang Diharapkan
Berbeda dengan musim sebelumnya ketika Megawiti dipertimbangkan untuk bergabung dengan tim yang dipimpin oleh Yeum Hye‑seon, kali ini ia menegaskan keterbukaan untuk menerima tawaran dari semua klub Korea yang memenuhi kriteria tertentu. Kriteria utama meliputi jaminan fasilitas medis yang memadai, program rehabilitasi khusus, serta kontrak yang memberikan fleksibilitas dalam jadwal bermain. “Saya tidak ingin terikat pada satu nama atau satu klub saja. Saya ingin pilihan yang memberi saya kebebasan untuk fokus pada performa dan kesehatan,” ungkapnya.
Beberapa klub besar di Korea, termasuk Samsung Bluefangs dan Hyundai Capital Skywalkers, telah menunjukkan minat awal. Namun, proses negosiasi masih dalam tahap awal, dengan penekanan pada aspek asuransi cedera dan dukungan psikologis. Megawiti berharap dapat menandatangani kontrak sebelum akhir tahun 2025, agar memiliki waktu persiapan yang cukup menjelang musim 2026‑2027.
Dampak bagi Tim Nasional dan Proliga
Keputusan Megawiti kembali ke Korea dipandang sebagai peluang bagi tim nasional Indonesia. Dengan pengalaman kompetisi tingkat tinggi di luar negeri, ia diharapkan dapat membawa taktik dan kecepatan serangan yang lebih tajam ke dalam skuad Garuda. Selain itu, kehadirannya di liga asing dapat meningkatkan eksposur pemain Indonesia lainnya, membuka jalur transfer yang lebih luas.
Di sisi lain, Jakarta Pertamina Enduro harus menyiapkan pengganti yang dapat mengisi kekosongan di posisi opposite. Manajer klub menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan pemain muda yang memiliki potensi serupa, sekaligus mengevaluasi opsi transfer dalam negeri.
Secara keseluruhan, keputusan Megawiti mencerminkan tekad seorang atlet untuk mengatasi rintangan fisik dan mental, sekaligus mencari lingkungan yang mendukung pertumbuhan kariernya. Jika semua persyaratan terpenuhi, Megawiti dapat kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.













