Mike Mallot Tumbangkan Gilbert Burns di UFC Winnipeg, Buka Jalan Baru Kelas Welter dan Islam Makhachev

Back to Bali – 19 April 2026 | UFC Winnipeg pada Sabtu (18/4/2026) malam waktu setempat menyuguhkan pertarungan utama yang menjadi sorotan utama dunia MMA…

3 minutes

Read Time

Mike Mallot Tumbangkan Gilbert Burns di UFC Winnipeg, Buka Jalan Baru Kelas Welter dan Islam Makhachev

Back to Bali – 19 April 2026 | UFC Winnipeg pada Sabtu (18/4/2026) malam waktu setempat menyuguhkan pertarungan utama yang menjadi sorotan utama dunia MMA. Mike Mallot, petarung kelas welter asal Kanada, berhasil mengalahkan Gilbert Burns dengan TKO pada ronde ketiga, menambah deretan kemenangan beruntunnya dan mengukir posisi sebagai penantang utama di divisi tersebut.

Perjalanan Mike Mallot Menuju Puncak

Mike Mallot, yang berusia 31 tahun, masuk ke dalam laga sebagai petarung tuan rumah dengan catatan performa yang terus meningkat. Sebelum UFC Winnipeg, Mallot telah menorehkan serangkaian kemenangan melalui keputusan mutlak dan stoppage, menegaskan dirinya sebagai sosok yang siap menantang petarung berperingkat lebih tinggi. Kemenangan atas Burns menandai kemenangan ketiganya secara berurutan di level UFC, menambah kepercayaan diri dan menempatkannya di antara nama‑nama besar kelas welter.

Gilbert Burns: Legenda yang Menghadapi Ujian Berat

Gilbert Burns, petarung asal Brasil berusia 39 tahun, bukanlah lawan yang mudah. Sebelumnya, ia pernah mengadu tangan dengan Kamaru Usman dalam pertarungan gelar kelas welter lima tahun lalu, serta memperlihatkan duel sengit melawan Khamzat Chimaev pada 2022. Reputasi Burns sebagai petarung yang tangguh sempat teruji ketika ia menahan serangan Chimaev, namun luka‑luka yang ditimbulkan mengungkapkan kerentanan fisiknya. Di Winnipeg, Burns tampil dengan luka yang sudah ada, namun tetap menampilkan semangat juang yang tinggi sebelum akhirnya terhenti oleh serangan tajam Mallot.

Strategi dan Momen Krusial dalam Laga

Awal pertarungan berlangsung sengit, dengan Burns mencoba mengendalikan jarak menggunakan jab‑jabnya yang cepat. Namun, Mallot menunjukkan adaptasi taktis dengan menekan Burns dari sisi clinch, memaksa lawan bergerak mundur. Pada ronde kedua, Mallot mulai menampilkan kombinasi pukulan ke kepala dan tubuh yang menguras stamina Burns. Pada menit ke‑2 ronde ketiga, Mallot meluncurkan serangan beruntun yang mengakibatkan Burns terjatuh dan tidak mampu bangkit kembali, memicu keputusan TKO.

Implikasi Kemenangan Mallot bagi Kelas Welter

Kemenangan ini bukan hanya menambah catatan pribadi Mallot, melainkan juga mengubah peta persaingan di kelas welter. Dengan mengalahkan petarung berperingkat lebih tinggi, Mallot kini berada di posisi yang kuat untuk mengajukan diri sebagai penantang gelar. Pendatang baru ini memberikan tekanan pada para petarung top seperti Leon Edwards, Kamaru Usman, dan bahkan Islam Makhachev yang kini mengamati perkembangan kelas welter dengan seksama, mengingat Makhachev sendiri sedang menyiapkan langkah selanjutnya di kelas ringan.

Islam Makhachev dan Jagoan Baru di Kelasnya

Sementara sorotan utama tertuju pada kemenangan Mallot, kelas ringan yang dipimpin oleh Islam Makhachev tak kalah menarik. Makhachev, juara kelas ringan UFC, kini memiliki lawan potensial yang menonjol setelah penampilan impresif dari beberapa petarung muda. Meski belum ada konfirmasi resmi, analis UFC memperkirakan bahwa Makhachev akan menantang salah satu jagoan baru tersebut dalam beberapa bulan ke depan, menambah dimensi kompetitif di kedua divisi.

Secara keseluruhan, UFC Winnipeg berhasil menyajikan aksi yang menegangkan dan memperlihatkan dinamika perubahan dalam struktur kelas welter serta kelas ringan. Kemenangan Mike Mallot atas Gilbert Burns menandai babak baru bagi kariernya, sementara Islam Makhachev terus mengawasi talenta‑talenta baru yang siap menantang tahtanya.

Dengan performa gemilang dari Mallot dan potensi tantangan baru bagi Makhachev, para penggemar UFC dapat menantikan pertarungan-pertarungan spektakuler yang akan datang, menjanjikan aksi-aksi memukau dan cerita-cerita heroik di atas oktagon.

About the Author

Bassey Bron Avatar