Back to Bali – 16 April 2026 | Irjen Krishna Murti kembali menjadi sorotan publik setelah akun Instagramnya menghilang secara misterius pasca mutasi dari jajaran kepolisian. Nama Krishna Murti sempat melesat di media sosial pada 2022 ketika ia menjadi atasan langsung Ferdy Sambo, mantan Kapolri yang kemudian terjerat kasus pembunuhan Brigadir J. Natalie. Sejak saat itu, publik terus menelusuri jejak karier, harta, dan aktivitas daring sang perwira.
Latar Belakang Karier dan Koneksi Politik
Krishna Murti menapaki kariernya di Polri sejak tahun 1995, meraih pangkat hingga menjadi Irjen. Pada tahun 2020, ia ditugaskan sebagai Staf Kepala Kepolisian (Staf Kapolri) di bidang Hubungan Internasional, sebuah posisi strategis yang menempatkannya dalam lingkaran elit kepolisian. Dalam kapasitas tersebut, ia menjadi atasan langsung Ferdy Sambo, yang kala itu menjabat sebagai Kapolri dan memiliki pengaruh luas dalam struktur keamanan negara.
Kontroversi dan Viralitas Media Sosial
Popularitas Krishna Murti melambung ketika sejumlah foto dan video memperlihatkan gaya hidup mewahnya, termasuk koleksi mobil sport, properti di kawasan elit, serta liburan mewah ke luar negeri. Momen tersebut menjadi viral setelah seorang netizen mengunggah kompilasi foto-foto tersebut di platform TikTok, memicu perdebatan tentang akumulasi harta pejabat publik. Meskipun tidak ada bukti penyalahgunaan dana, sorotan publik menambah tekanan pada institusi kepolisian untuk meningkatkan transparansi.
Mutasi dan Penghapusan Akun Instagram
Pada akhir 2023, Krishna Murti resmi dipindahkan dari jabatan Staf Kapolri ke Direktorat Reserse Kriminal (Reskrim) sebagai Irjen. Perpindahan ini diumumkan melalui rilis resmi Kepolisian Republik Indonesia, namun tidak diiringi penjelasan detail mengenai alasan mutasi. Tidak lama setelah pengumuman, akun Instagram resmi miliknya yang berisi ribuan pengikut menghilang secara tiba-tiba. Beberapa spekulasi beredar, antara lain akun dihapus karena kebijakan internal, atau sebagai upaya mengurangi eksposur publik menjelang proses hukum yang melibatkan mantan atasan Sambo.
Analisis Dampak dan Reaksi Publik
Penghapusan akun Instagram menimbulkan beragam reaksi. Di media sosial, netizen mengkritik kurangnya keterbukaan pejabat publik, sementara kalangan hukum menilai bahwa menghilangkan jejak digital bukanlah solusi untuk mengatasi dugaan penyalahgunaan wewenang. Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa langkah tersebut mungkin merupakan upaya perlindungan pribadi terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penelusuran Aset dan Transparansi
Sejak viralnya foto-foto harta Krishna Murti, Lembaga Transparansi Publik (LTP) melakukan audit tidak resmi terhadap asetnya. Hasil sementara menunjukkan kepemilikan properti senilai ratusan miliar rupiah, termasuk rumah di kawasan Menteng dan vila di Bali. Namun, belum ada laporan resmi yang mengonfirmasi apakah aset-aset tersebut diperoleh secara sah melalui gaji dan tunjangan resmi. Pemerintah melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut bila terdapat indikasi pelanggaran.
Secara keseluruhan, keberadaan Irjen Krishna Murti di mata publik kini dipengaruhi oleh dua faktor utama: jejak digital yang tiba-tiba menghilang dan spekulasi terkait akumulasi harta. Meski belum ada bukti konklusif yang mengaitkan ia dengan kasus Ferdy Sambo, jaringan profesional yang pernah mereka bagi menambah lapisan kompleksitas dalam persepsi publik.
Ke depan, dinamika ini diperkirakan akan terus menjadi bahan perbincangan, terutama bila proses hukum terhadap Ferdy Sambo berkembang dan menyingkap lebih banyak fakta. Apabila transparansi dan akuntabilitas menjadi agenda utama kepolisian, maka langkah-langkah konkret untuk mengungkap asal-usul harta serta kebijakan media sosial pejabat publik akan menjadi sorotan utama.













