Back to Bali – 17 April 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) LPPF, perusahaan induk Matahari Department Store, selesai digelar pada hari Senin, 15 April 2026, dengan hasil yang menandai dua keputusan strategis penting. Pertama, para pemegang saham menyetujui usulan perubahan nama perusahaan menjadi Matahari Retail Indonesia (MRI) yang dirancang untuk memperkuat posisi brand di pasar ritel modern. Kedua, perusahaan mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp250 per lembar saham, menjanjikan aliran kas tambahan bagi investor.
Alasan di Balik Pergantian Nama
Manajemen menjelaskan bahwa nama baru mencerminkan transformasi bisnis yang lebih luas, meliputi ekspansi ke platform digital, peningkatan layanan omnichannel, serta diversifikasi produk yang tidak lagi terbatas pada department store tradisional. “Dengan nama Matahari Retail Indonesia, kami menegaskan komitmen untuk menjadi ekosistem ritel terintegrasi yang melayani konsumen secara online maupun offline,” ujar Direktur Utama LPPF dalam pidato pembukaan.
Perubahan nama juga dipandang sebagai upaya untuk mengurangi kebingungan antara entitas holding dan jaringan toko yang beroperasi di bawah merek Matahari. Sebelumnya, struktur korporasi LPPF sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan analis mengenai kepemilikan aset dan tanggung jawab keuangan. Dengan identitas baru, diharapkan transparansi akan meningkat, memudahkan evaluasi nilai perusahaan oleh pasar modal.
Detail Pembagian Dividen
<
Dividen tunai sebesar Rp250 per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham tercatat pada tanggal 30 April 2026. Jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
- Record Date: 30 April 2026
- Ex-Dividend Date: 28 April 2026
- Pembayaran: 15 Mei 2026
Dengan total saham beredar sekitar 2,4 miliar lembar, total komitmen dividen mencapai sekitar Rp600 miliar. Para analis menilai besaran ini wajar mengingat laba bersih LPPF pada kuartal terakhir mencatat peningkatan 12 persen YoY, didorong oleh pertumbuhan penjualan online dan strategi promosi yang lebih agresif.
Dampak Terhadap Harga Saham
Setelah pengumuman RUPS, harga saham LPPF (kode: LPPF) mengalami volatilitas positif, naik sekitar 3,5 persen pada sesi perdagangan pertama. Investor institusional menyambut baik kombinasi antara rebranding dan kebijakan dividen yang dianggap meningkatkan daya tarik saham bagi portofolio jangka menengah. Sementara itu, beberapa analis memperingatkan bahwa proses rebranding memerlukan investasi tambahan dalam branding, teknologi, dan pelatihan SDM, yang dapat menekan margin dalam jangka pendek.
Namun, prospek jangka panjang tetap optimis. LPPF menargetkan pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 10-12 persen hingga 2029, dengan fokus pada ekspansi gerai di kota-kota tier 2 dan penguatan platform e‑commerce yang kini menyumbang sekitar 25 persen total penjualan.
Dalam penutup rapat, Dewan Komisaris menegaskan bahwa perubahan nama tidak akan mengubah struktur kepemilikan atau kebijakan tata kelola perusahaan. Semua hak dan kewajiban yang melekat pada LPPF tetap dijaga, termasuk komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang telah berjalan sejak 2015.
Dengan langkah strategis ini, LPPF berharap dapat memperkuat posisi kompetitif di industri ritel Indonesia yang semakin digital, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui kebijakan dividen yang konsisten.













