Pemprov Bali Gelar Bina Posyandu Angkatan Ke-7, Perkuat Kapasitas Kader dan Pembina di Klungkung

Back to Bali – 24 Juni 2026 | Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menggelar kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22 Juni 2026, dan diikuti oleh 96 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan kader Posyandu, serta memperkuat pemahaman terkait transformasi layanan…

Back to Bali – 24 Juni 2026 | Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menggelar kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22 Juni 2026, dan diikuti oleh 96 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan kader Posyandu, serta memperkuat pemahaman terkait transformasi layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup transformasi Posyandu dalam enam bidang SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, kebijakan implementasi, serta isu strategis lintas sektor. Materi yang diberikan meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, serta penyusunan rencana kerja tindak lanjut.

Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan bahwa kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22-24 Juni 2026, dan diikuti oleh 96 peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan kader Posyandu, serta memperkuat pemahaman terkait transformasi layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan bahwa Posyandu kini telah mengalami transformasi fungsi, tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan, tetapi menjadi pusat layanan dasar terpadu lintas sektor. Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai wadah integrasi program pemerintah di tingkat desa/kelurahan sehingga berbagai layanan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terkoordinatif, dan tepat sasaran.

Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat peran Tim Pembina Posyandu agar mampu menjalankan fungsi pembinaan secara lebih optimal di lapangan.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar