Back to Bali – 24 April 2026 | Jakarta – Mantan anggota DPR Rismon, yang dikenal dengan kebijakan kontroversialnya, kembali menjadi sorotan publik. Lima hari menjelang pengajuan permohonan Reklamasi Jurnalistik (RJ), Rismon justru mengalihkan perhatian kepada legalitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sikapnya yang berubah-ubah menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan motivasinya, hingga menimbulkan sebutan “kepribadian ganda” di kalangan pengamat politik.
Kontroversi Ijazah Jokowi Mengemuka Kembali
Pada Senin (22 April 2026), Rismon mengunggah video di media sosial yang menyoroti proses legalisasi ijazah Jokowi. Dalam video tersebut, ia menuduh adanya celah hukum dalam prosedur pengesahan gelar sarjana presiden. Rismon menegaskan, “Jika benar ada penyimpangan, maka publik berhak mengetahui fakta sebenarnya”.
Video itu cepat menjadi viral, menimbulkan perdebatan hangat di ruang publik. Beberapa kalangan menyambut kritik Rismon sebagai upaya transparansi, sementara yang lain menilai langkah tersebut sebagai taktik politis menjelang pengajuan RJ.
Pengajuan RJ dan Tanda-Tanda Perubahan Sikap
Reklamasi Jurnalistik (RJ) merupakan proses administratif yang memungkinkan mantan pejabat publik mengajukan permohonan pemulihan reputasi melalui mekanisme hukum tertentu. Rismon dijadwalkan mengajukan RJ pada tanggal 27 April 2026. Namun, aksi menyoroti ijazah Jokowi muncul hanya lima hari sebelum batas waktu, menimbulkan spekulasi bahwa Rismon berusaha mengalihkan fokus publik dari dirinya.
Pengamat politik menilai, “Sikap Rismon yang tiba-tiba menyoroti topik lain menunjukkan adanya strategi komunikasi yang terkoordinasi. Hal ini dapat diartikan sebagai upaya mengurangi tekanan publik menjelang proses RJ”.
Roy Suryo Menanggapi: “Pemikirannya Gimana?”
Tak lama setelah video Rismon beredar, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Roy Suryo memberikan komentar di sebuah talk show. Suryo menyatakan, “Saya tidak tahu apa yang terjadi di kepala Rismon, tapi jelas ada perubahan pola pikir yang cepat. Mungkin dia sedang menghitung langkah demi langkah untuk memaksimalkan dampak politiknya”.
Roy menambahkan, “Jika memang ada kepribadian ganda, maka hal itu dapat memengaruhi cara publik menilai integritasnya. Kita harus menilai fakta, bukan hanya retorika”.
Reaksi Publik dan Media
Berbagai platform media sosial dipenuhi komentar yang terbagi. Sebagian netizen menilai Rismon sebagai sosok yang berani mengungkap isu legalitas pendidikan presiden, sementara yang lain menuduhnya menggunakan isu tersebut sebagai alat politik untuk menunda atau mempengaruhi proses RJ.
Media massa juga melaporkan bahwa Rismon sebelumnya pernah menimbulkan polemik serupa, misalnya terkait kebijakan pendidikan dan reformasi birokrasi. Pola tersebut dianggap konsisten dengan apa yang disebut “kepribadian ganda” oleh pengamat, yakni kemampuan beralih antara kritik tajam dan retorika defensif secara cepat.
Implikasi Politik dan Hukum
- Pengaruh terhadap RJ: Jika publik menilai Rismon sebagai tokoh yang tidak konsisten, proses RJ dapat menghadapi penolakan atau peninjauan lebih ketat oleh lembaga terkait.
- Legitimasi Ijazah Jokowi: Meskipun ada tuduhan, hingga kini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan pelanggaran prosedur legalisasi ijazah presiden.
- Dinamika Partai: Partai politik yang pernah berkoalisi dengan Rismon kini menahan diri untuk tidak terlalu terbuka mendukung atau menolak, mengingat potensi dampak reputasi.
Secara keseluruhan, tindakan Rismon menyoroti ijazah Jokowi pada momen sensitif menjelang pengajuan RJ menambah lapisan kompleksitas dalam lanskap politik Indonesia. Apakah ini sekadar strategi komunikasi atau mencerminkan ketidakkonsistenan pribadi, masih menjadi pertanyaan terbuka yang menunggu klarifikasi lebih lanjut.
Pengamat menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari proses RJ serta pemeriksaan independen terkait legalitas ijazah. Hingga saat itu, publik diharapkan tetap kritis terhadap setiap pernyataan yang muncul, mengingat dinamika politik yang cepat berubah.













