Roberto De Zerbi di Tengah Badai Kritik dan Langkah Baru: Nasib Tottenham di Garis Pantang?

Back to Bali – 07 Mei 2026 | Roberto De Zerbi, pelatih baru Tottenham Hotspur yang masih menapaki debutnya di Liga Premier, kini berada di..

3 minutes

Read Time

Roberto De Zerbi di Tengah Badai Kritik dan Langkah Baru: Nasib Tottenham di Garis Pantang?

Back to Bali – 07 Mei 2026 | Roberto De Zerbi, pelatih baru Tottenham Hotspur yang masih menapaki debutnya di Liga Premier, kini berada di bawah sorotan tajam. Dari sebutan menghina hingga strategi penyelamatan, semua mengalir dalam satu narasi yang menggambarkan tantangan besar bagi klub London Utara ini.

Kontroversi di Balik Layar Latihan

Pada minggu lalu, seorang mantan rival di Premier League melontarkan komentar keras terhadap De Zerbi setelah insiden di sesi latihan. Tanpa menyebut nama secara langsung, mantan pelatih tersebut menuduh De Zerbi sebagai “a**hole” karena gaya kepemimpinannya yang dianggap terlalu otoriter. Kritik tersebut memicu perdebatan di media sosial, dengan sebagian pendukung Spurs menanggapi bahwa pelatih baru memang harus menegakkan disiplin, sementara yang lain menilai komentar tersebut tidak profesional.

Strategi De Zerbi untuk Hindari Degradasi

Sejak mengambil alih, De Zerbi telah memperkenalkan tiga perubahan utama yang diyakini dapat menurunkan ancaman relegasi. Pertama, ia menekankan permainan possession yang lebih terkontrol, mengurangi ketergantungan pada serangan balasan yang sering kali tidak konsisten. Kedua, sistem formasi beralih ke 4‑3‑3 fleksibel, memberi ruang bagi gelandang kreatif untuk mengatur tempo pertandingan. Ketiga, De Zerbi meningkatkan intensitas latihan fisik, memastikan pemain memiliki stamina untuk menahan tekanan di akhir babak.

Hasil awal terlihat pada dua pertandingan terakhir, di mana Spurs berhasil mencetak gol lebih banyak dan mengurangi kebobolan. Namun, konsistensi masih menjadi pertanyaan, terutama menjelang sisa musim yang penuh persaingan ketat.

Munculnya Bintang Muda: Will Lankshear

Di tengah upaya restrukturisasi, De Zerbi menaruh harapan pada striker muda berusia 21 tahun, Will Lankshear, yang baru kembali dari masa pinjaman di Oxford United. Lankshear mencatat 12 gol dalam 47 penampilan dan meraih penghargaan Young Player of the Year di klub Championship tersebut. Prestasinya menarik perhatian Tottenham, terutama karena klub menolak tawaran pinjaman lain pada Januari.

De Zerbi menyatakan, “Lankshear menunjukkan karakter dan determinasi yang kami butuhkan. Dia siap bersaing untuk tempat di lini serang utama kami.” Jika Lankshear berhasil menyesuaikan diri dengan standar Premier League, ia dapat menjadi alternatif penting bagi lini depan yang masih mencari konsistensi.

Reaksi dari Rival dan Mantan Pemain

Tak lama setelah kontroversi latihan, pelatih Kanada Jesse Marsch melontarkan kritik tajam di media sosial, menuduh De Zerbi memperlakukan pemain internasional Kanada, Ismaël Koné, dengan tidak adil selama pertandingan melawan Olympique de Marseille. Marsch menuduh De Zerbi sebagai “real a*shole” dan menuntut klarifikasi mengenai keputusan taktis yang mengurangi jam bermain Koné.

Marsch, yang pernah menjadi asisten pelatih di Premier League, menambah suhu perdebatan dengan menyoroti pentingnya perlakuan adil terhadap pemain internasional, terutama menjelang turnamen besar. De Zerbi belum memberikan komentar resmi, namun para analis berpendapat bahwa tekanan eksternal dapat mempengaruhi keputusan taktiknya.

Masa Depan Tottenham di Bawah De Zerbi

Dengan tekanan dari persaingan relegasi, kritik publik, dan harapan terhadap pemain muda, De Zerbi berada pada titik krusial. Jika tiga perubahan taktisnya terbukti efektif dan Lankshear dapat mengukir nama di Premier League, Spurs berpeluang menstabilkan posisi mereka di papan klasemen. Namun, kegagalan dalam mengelola hubungan dengan pemain dan mantan rival dapat memperburuk situasi.

Seluruh mata kini tertuju pada performa Tottenham di pertandingan-pertandingan mendatang. Keberhasilan atau kegagalan De Zerbi tidak hanya akan menentukan nasib klub, tetapi juga menandai babak baru dalam karier pelatih Italia ini di dunia sepak bola Inggris.

About the Author

Pontus Pontus Avatar