Back to Bali – 18 Juni 2026 | SBS, salah satu penyiar publik Australia, saat ini menghadapi ancaman pemotongan anggaran dan perubahan kebijakan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh pernyataan Pauline Hanson, pemimpin Partai One Nation, yang berencana untuk menghapus SBS dan memasang bayaran langganan untuk ABC jika partainya memenangkan pemilu.
Hanson menyatakan bahwa SBS tidak lagi diperlukan karena internet telah mengambil alih perannya. Ia juga berencana untuk memasang bayaran langganan untuk ABC di area perkotaan, namun membiarkannya tetap gratis di area pedesaan dan terpencil.
Reaksi dari Masyarakat
Reaksi dari masyarakat atas rencana Hanson ini sangat beragam. Beberapa orang mendukung keputusan ini, sementara yang lain khawatir tentang dampaknya terhadap akses informasi dan kebebasan pers.
Menurut survei terbaru, ABC dan SBS masih menjadi sumber berita yang paling dipercaya oleh masyarakat Australia. Keduanya memiliki reputasi yang baik dalam menyajikan berita yang akurat dan tidak bias.
Dampak terhadap Industri Media
Jika rencana Hanson ini terwujud, maka akan memiliki dampak yang signifikan terhadap industri media di Australia. Banyak pekerja di SBS dan ABC yang akan kehilangan pekerjaan, dan akses informasi masyarakat akan terbatas.
Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi yang cermat terhadap rencana ini dan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan industri media.
Sementara itu, Socceroos, tim sepak bola nasional Australia, akan melanjutkan kampanye mereka di Piala Dunia dengan menghadapi lawan-lawan yang tangguh. Mereka telah menunjukkan prestasi yang baik dengan mengalahkan Turki dan berharap dapat melanjutkan kemenangan ini.













