Trisha Eungelica Sambo, Dari Les Online Hingga Dokter: Kisah Inspiratif Putri Ferdy Sambo yang Kini Menyandang Gelar Dokter

Back to Bali – 07 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, putri sulung mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo,..

2 minutes

Read Time

Trisha Eungelica Sambo, Dari Les Online Hingga Dokter: Kisah Inspiratif Putri Ferdy Sambo yang Kini Menyandang Gelar Dokter

Back to Bali – 07 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, putri sulung mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, resmi menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Trisakti, Jakarta. Prosesi sumpah dokter dilaksanakan di Jakarta Pusat dan dihadiri oleh nenek serta adiknya, menandai puncak perjuangan akademik sang putri.

Trisha, yang sebelumnya dikenal sebagai pengelola les daring selama masa pandemi, menempuh perjalanan panjang dari dunia pendidikan non‑formal hingga menuntaskan studi kedokteran yang menantang. Latar belakang keluarganya yang berada di sorotan publik akibat kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 2022 tidak menghalangi tekadnya untuk meraih profesi dokter.

Riwayat Pendidikan dan Karier Awal

Setelah menyelesaikan jenjang SMA pada tahun 2020, Trisha memutuskan untuk membantu sesama dengan membuka layanan les privat daring. Platform online tersebut melayani ratusan siswa di wilayah Jabodetabek, memanfaatkan kemampuan mengajar yang dimilikinya sejak kecil. Meskipun kegiatan ini bersifat sementara, ia memperoleh pengalaman penting dalam manajemen waktu dan komunikasi.

Pada tahun 2022, Trisha diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Selama masa perkuliahan, ia dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa kedokteran, serta rutin membantu program kesehatan masyarakat di daerah‑daerah kurang terlayani.

Proses Sumpah Dokter dan Dukungan Keluarga

Acara sumpah dokter dilaksanakan pada 7 Mei 2026 di Balai Kesehatan Jakarta Pusat. Trisha berdiri di podium bersama rekan‑rekannya, mengucapkan ikrar profesi di hadapan pejabat medis, dewan akademik, serta keluarga yang hadir. Nenek Trisha, Putri Candrawathi, serta adik perempuan Trisha menjadi saksi utama momen bersejarah ini.

Meskipun orang tuanya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tidak dapat hadir secara fisik karena masih menjalani masa tahanan, mereka menyampaikan dukungan moral melalui surat yang dibacakan pada acara tersebut. Surat tersebut berisi harapan dan kebanggaan orang tua terhadap pencapaian putri mereka, sekaligus nasihat untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas medis.

Kontroversi Keluarga dan Dampaknya

Keluarga Sambo menjadi sorotan publik sejak kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah pada akhir 2022. Ferdy Sambo, sebelumnya dijatuhi hukuman mati, kemudian diringankan menjadi hukuman penjara seumur hidup setelah diputuskan Mahkamah Agung. Istri Ferdy, Putri Candrawathi, serta asisten rumah tangga dan ajudan mereka juga menerima keringanan hukuman.

Meskipun demikian, Trisha berusaha memisahkan identitasnya sebagai tenaga medis dari kontroversi keluarga. Ia menegaskan bahwa pencapaian akademiknya didasarkan pada kerja keras pribadi, bukan pada posisi atau jaringan politik.

Profil Singkat Trisha Eungelica

  • Nama lengkap: Trisha Eungelica Ardyadana Sambo
  • Tanggal lahir: 15 Agustus 2002
  • Pendidikan: Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti (2022‑2026)
  • Gelar: Dokter (S.KM)
  • Pekerjaan sebelumnya: Pengelola les privat daring (2020‑2022)
  • Minat: Kedokteran anak, layanan kesehatan masyarakat

Dengan gelar dokter di tangan, Trisha berencana melanjutkan pendidikan spesialisasi di bidang Kedokteran Anak. Ia juga berkeinginan untuk mengembangkan program edukasi kesehatan bagi remaja, menggabungkan pengalaman mengajar daringnya dengan keahlian medis.

Keberhasilan Trisha menjadi contoh bahwa generasi muda dapat mengatasi beban sejarah keluarga dan tetap berfokus pada kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan dedikasi pada bidang kesehatan, ia diharapkan dapat menjadi figur inspiratif bagi para mahasiswa kedokteran dan generasi penerus bangsa.

About the Author

Zillah Willabella Avatar