Back to Bali – 02 Juni 2026 |
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Alit Saputra, Tabanan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Wabup Dirga bertindak sebagai inspektur upacara yang dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah. Dalam kesempatan itu, Wabup Dirga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wabup Dirga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi dasar penting bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Wabup Dirga juga menyoroti kontribusi Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia. Dalam amanat tersebut, generasi muda mendapat perhatian khusus sebagai penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam tindakan nyata sehari-hari. Selain pelaksanaan upacara, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menyerahkan penghargaan kepada anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 beserta pelatih dan tim kesehatan. Pada kesempatan yang sama, Pemkab Tabanan turut melepas putra-putri terbaik daerah yang akan mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Bali dan tingkat nasional tahun 2026. Wabup Dirga memberikan motivasi agar para peserta dapat berjuang maksimal dan mengharumkan nama Tabanan di tingkat yang lebih tinggi. Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada 42 aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas per 1 Juni 2026. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang mengangkat tema “Kawya Atma Kerthi – Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”. Tema tersebut menjadi pengingat agar semangat perjuangan Bung Karno terus hidup melalui karya, pengabdian, nasionalisme, dan gotong royong dalam membangun bangsa dan daerah.













