Back to Bali – 13 Juni 2026 | Rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung, dan Manawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek serta Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, memasuki tahapan penting dengan pelaksanaan Upacara Tawur.
Pada prosesi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster hadir bersama para kepala daerah se-Bali. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang juga bertindak sebagai Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya turut mendampingi jalannya upacara.
Pelaksanaan yadnya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba, Ida Pedanda Gede Badjra Sikara Yoga, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, serta Ida Pedanda Gede Putra Shidanta Manuaba.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut mengikuti rangkaian upacara, di antaranya Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, para bupati dan wakil bupati se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo, Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, serta undangan lainnya.
Puncak karya berupa Padudusan Agung Manawa Ratna dijadwalkan berlangsung pada Redite Paing Dungulan, Minggu, yang bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha. Upacara tersebut akan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba sebagai Wiku Yajamana bersama sejumlah sulinggih lainnya, yakni Ida Pedanda Bhoda Griya Gede Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, Ida Pedanda Rsi Agung Pinatih Kusuma Yoga, dan Ida Rsi Agung Sidemen Sumurdha.
Selain prosesi utama, puncak karya juga akan diramaikan dengan pelaksanaan peselang, pengubengan, serta pedanan yang diiringi berbagai kesenian wali seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Tari Rejang, dan Tari Baris Gede yang dipentaskan para pengayah Jero Bendesa Adat se-Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Jaya Negara menjelaskan bahwa pelaksanaan karya agung ini dilaksanakan setelah selesainya pembangunan Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek yang memperoleh dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Bali. Ia mengingatkan bahwa lima tahun sebelumnya telah dilaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, serta Melaspas Alit sebagai bagian dari tahapan pembangunan dan penyucian pura.
Jaya Negara juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian karya dipuput dengan Wiku Yajamana Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba dan Tapini Karya Ida Pedanda Istri Anom. Melalui pelaksanaan yadnya tersebut diharapkan tercipta energi positif yang memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, maupun alam semesta.
Pelaksanaan karya ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya bersama menjaga kesucian pura sebagai pusat spiritual umat. Semangat ngayah dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, seluruh kepala daerah di Bali, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi mendukung terselenggaranya karya agung tersebut. Ia menilai nilai-nilai Tri Hita Karana yang menjadi landasan pelaksanaan yadnya tetap relevan dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Rangkaian karya sebenarnya telah dimulai sejak Mei melalui prosesi Matur Piuning, dilanjutkan Nuasen Karya, Melaspas Pelinggih, serta tahapan penyucian lainnya. Setelah puncak karya berlangsung, kegiatan penganyaran akan dilaksanakan hingga 25 Juni. Selanjutnya, Upacara Nyineb dijadwalkan pada 28 Juni dan diteruskan dengan Nyegara Gunung pada 29 Juni. Keseluruhan rangkaian yadnya akan ditutup melalui Upacara Bulan Pitung Dina pada akhir Juli mendatang.
Pelaksanaan Upacara Tawur ditutup dengan persembahyangan bersama, penandatanganan prasasti, serta penyerahan punia sebagai simbol dukungan dan kebersamaan seluruh pihak dalam menyukseskan Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek.













