Back to Bali – 01 Mei 2026 | Pusat Administrasi dan Pengembangan Karier (PAPK) Polri baru-baru ini membuka bursa seleksi calon Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah) Sulawesi Tengah. Empat perwira tinggi (Pati) terpilih masuk dalam daftar calon terpilih, menandai persaingan ketat untuk mengisi posisi strategis di provinsi yang tengah menghadapi tantangan keamanan wilayah laut, konflik agraria, dan peningkatan kejahatan siber.
Daftar Lengkap Empat Calon
Berikut ini adalah profil singkat keempat Pati Polri yang masuk dalam bursa calon Kapolda Sulawesi Tengah:
- Irjen (Pol) Djuhandhani Rahardjo – Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Intelijen Polda Sulawesi Selatan. Ia dikenal atas prestasinya dalam mengoptimalkan jaringan intelijen lintas daerah, serta menerima Penghargaan Ikatan Keluarga Polri Angkatan (IKPA) Terbaik pada tahun 2023 karena keberhasilannya memitigasi jaringan narkotika internasional.
- Irjen (Pol) Budi Santoso – Mengemban tugas sebagai Wakil Kapolda Sulawesi Tengah sejak 2021. Budi Santoso memiliki latar belakang di bidang operasional anti-terorisme dan pernah memimpin operasi penertiban tambang ilegal di wilayah pegunungan Donggala, yang menghasilkan penurunan signifikan kasus konflik lahan.
- Irjen (Pol) Hendra Pratama – Saat ini bertugas sebagai Kepala Divisi Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Sulawesi Tengah. Hendra Pratama menonjol dalam penanganan kasus kejahatan siber, termasuk pembongkaran sindikat peretasan yang menargetkan institusi keuangan regional pada tahun 2022.
- Irjen (Pol) Yusri Hidayat – Menjabat sebagai Kepala Bintara (Kabag) Operasi Polda Sulawesi Tengah. Yusri Hidayat memiliki pengalaman luas dalam penegakan hukum di wilayah pesisir, terutama dalam operasi pemberantasan penyelundupan ikan dan hasil laut yang merugikan ekonomi lokal.
Latar Belakang dan Kualifikasi
Keempat calon tersebut memiliki rekam jejak yang beragam namun saling melengkapi. Djuhandhani Rahardjo, misalnya, menonjol di bidang intelijen dan penghargaan IKPA menegaskan keunggulannya dalam koordinasi antar lembaga. Budi Santoso, dengan pengalaman operasional anti-terorisme, menjadi sosok yang dianggap mampu menangani potensi ancaman terorisme di wilayah perbatasan Sulawesi Tengah.
Hendra Pratama, sebagai otak di balik unit Reskrim, membawa keahlian teknis dalam mengungkap kejahatan dunia maya, sebuah tantangan yang semakin mengemuka di era digital. Sementara Yusri Hidayat, yang terbiasa mengelola operasi di daerah pesisir, diharapkan dapat memperkuat keamanan maritim dan menekan kegiatan penyelundupan.
Proses Seleksi dan Tahapan Selanjutnya
Seleksi bursa calon Kapolda mengikuti prosedur yang ditetapkan Polri, meliputi evaluasi administratif, psikologis, serta penilaian kinerja selama tiga tahun terakhir. Selain itu, setiap calon akan menjalani wawancara mendalam dengan tim seleksi yang dibentuk oleh Menteri Hukum dan HAM serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
Setelah tahapan evaluasi selesai, tiga kandidat teratas akan dipertimbangkan untuk penunjukan resmi oleh Presiden Republik Indonesia, yang kemudian akan mengeluarkan Keputusan Pengangkatan (Kep) Kapolda Sulawesi Tengah.
Implikasi bagi Keamanan Sulawesi Tengah
Penunjukan Kapolda baru diharapkan memberikan dorongan strategis bagi penegakan hukum di provinsi yang memiliki wilayah geografis luas, meliputi pulau-pulau kecil, daerah pegunungan, serta zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang kaya sumber daya laut. Dengan latar belakang masing-masing calon, diharapkan kebijakan keamanan dapat terintegrasi, mulai dari intelijen, operasional anti-teror, penanggulangan kejahatan siber, hingga pengamanan jalur laut.
Para pakar keamanan menilai, pemilihan kapolda yang mampu menggabungkan keahlian lintas sektor akan memperkuat koordinasi antar unit Polri dan lembaga terkait, seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Seluruh proses bursa calon Kapolda Sulawesi Tengah diperkirakan selesai pada kuartal ketiga 2026, dengan penetapan resmi oleh pemerintah pusat diharapkan terjadi tidak lama setelahnya.
Dengan keempat kandidat yang memiliki kompetensi unggul, persaingan sehat ini sekaligus menjadi sinyal komitmen Polri dalam memperkuat kepemimpinan daerah, demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.













