Back to Bali – 03 Mei 2026 | Sabtu, 2 Mei 2026, ribuan mahasiswa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Aksi tersebut menyoroti krisis struktural di sektor pendidikan Indonesia serta menyampaikan sepuluh tuntutan konkret kepada pemerintah.
Latar Belakang Aksi
Mahasiswa menilai bahwa kebijakan pemerintah saat ini lebih memprioritaskan program-program non‑pendidikan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap mengalihkan anggaran dari kebutuhan mendesak pendidikan. Melalui spanduk bertuliskan “MBG Dikebut Pendidikan Dikalang Kabut”, mereka menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi fokus utama pembangunan nasional.
Rangkaian Kegiatan di Patung Kuda
Rangkaian aksi dimulai pada pukul 15.30 WIB ketika massa mahasiswa berkumpul di depan Gedung Perpustakaan Nasional. Setelah pemberian pengarahan singkat, peserta melakukan long march menuju Patung Kuda. Aparat keamanan menyiapkan satu mobil komando sebagai titik pusat orasi, sementara area aksi dibatasi secara ketat oleh polisi.
Selama aksi, para orator menyampaikan orasi- orasi secara berurutan dari atas mobil komando. Jalan Medan Merdeka Selatan kedua jalurnya ditutup sementara untuk memastikan keselamatan peserta dan keamanan publik. Polisi tetap berada di posisi siaga, namun tidak ada laporan bentrokan atau penangkapan.
Sepuluh Tuntutan Mahasiswa
- Reformasi tata kelola anggaran pendidikan, termasuk pemisahan anggaran pendidikan publik dengan anggaran kedinasan.
- Pembatasan komersialisasi pendidikan yang berlebihan.
- Peningkatan kesejahteraan guru, termasuk kenaikan gaji dan tunjangan yang layak.
- Penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan, dan bermartabat.
- Pemerataan distribusi guru ke seluruh wilayah, khususnya daerah terpencil.
- Reformasi sistem rekrutmen guru untuk menjamin kompetensi dan akuntabilitas.
- Pelibatan aktif masyarakat sipil dalam revisi Undang‑Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
- Peningkatan fasilitas sekolah, mulai dari infrastruktur dasar hingga akses teknologi.
- Peningkatan kualitas kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan zaman digital.
- Penguatan mekanisme pengawasan independen atas kebijakan pendidikan.
Reaksi Pemerintah dan Keamanan
Pihak kepolisian menegaskan bahwa aksi berlangsung damai dan tidak mengganggu ketertiban umum. Sementara itu, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum memberikan komentar resmi pada saat penulisan berita ini, namun diharapkan akan menanggapi tuntutan tersebut melalui dialog konstruktif.
Demonstrasi ini menandai momentum penting bagi gerakan mahasiswa dalam menuntut perbaikan sistem pendidikan. Dengan dukungan massa yang luas dan tuntutan yang terstruktur, BEM SI berharap Pemerintah akan mengambil langkah nyata untuk mengatasi ketimpangan akses, menurunkan kualitas, serta memperkuat keberpihakan negara terhadap pendidikan.













