Jakarta, BRI Finance terus memperkuat strategi diversifikasi pembiayaan produktif sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satu segmen yang menunjukkan kinerja positif adalah pembiayaan alat berat yang hingga kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 33,26% secara tahunan.
Capaian tersebut diraih di tengah tantangan yang masih membayangi industri pertambangan, termasuk tekanan harga batubara global dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di beberapa pelaku usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan investasi dan operasional pada sektor-sektor produktif masih tetap berjalan, sehingga permintaan terhadap pembiayaan alat berat tetap terjaga.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Meski industri pertambangan menghadapi sejumlah tantangan, aktivitas usaha di sektor produktif masih menunjukkan daya tahan yang baik. Kami melihat kebutuhan pembiayaan alat berat tetap tumbuh untuk mendukung operasional bisnis maupun pengembangan kapasitas usaha di berbagai sektor.”













