Back to Bali – 06 Juni 2026 |
Pemerintah Kota Denpasar telah menerima dua penghargaan nasional dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Penghargaan tersebut meliputi Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting serta Terbaik III Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran untuk tingkat kota se-Jawa dan Bali.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menerima langsung penghargaan Terbaik I yang diserahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Sementara penghargaan Terbaik III diserahkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Prestasi yang diraih Kota Denpasar merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, penilaian difokuskan pada integrasi program lintas sektor, efektivitas pelayanan, keberhasilan intervensi hingga tingkat desa dan kelurahan, serta capaian dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Sementara itu, untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, aspek yang dinilai mencakup kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, efektivitas kebijakan ketenagakerjaan, hingga keberhasilan daerah dalam menciptakan penurunan angka pengangguran yang terukur.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepala daerah yang berhasil menunjukkan kinerja nyata dalam pembangunan. Pemerintah pusat juga menyiapkan insentif fiskal bagi daerah penerima apresiasi. Peraih Terbaik I memperoleh insentif Rp3 miliar, Terbaik II sebesar Rp2 miliar, dan Terbaik III mendapatkan Rp1 miliar.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa upaya menekan angka kemiskinan dan stunting dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai sektor. Pemerintah kota terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan intervensi gizi bagi balita, memperluas edukasi kesehatan keluarga, serta memastikan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Pemerintah kota juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan usaha mikro dan kecil, pengembangan sektor pertanian dan perikanan lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Selain itu, dalam upaya menekan angka pengangguran, pemerintah kota memperluas akses pelatihan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, membangun kemitraan dengan dunia usaha, dan membuka peluang usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Keberhasilan ini bukan semata-mata milik pemerintah, tetapi hasil gotong royong seluruh masyarakat Denpasar. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar setiap program pembangunan benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.













