Back to Bali – 14 April 2026 | Seorang pemain muda berusia 20 tahun, Dominic Frimpong, tewas akibat tembakan yang dilepaskan terhadap bus tim Berekum Chelsea pada hari Minggu, menimbulkan kepedihan mendalam di kalangan pecinta sepakbola Ghana. Insiden terjadi saat bus kembali dari pertandingan liga Premier Ghana melawan Samartex, ketika enam pria bersenjata menyerang, memaksa kendaraan berhenti di jalan dan menembakkan senjata otomatis ke arah bus.
Latar Belakang Serangan
Menurut pernyataan Ghana Football Association (GFA), para pelaku berjumlah enam orang, mengenakan masker dan membawa senapan serbu. Mereka memblokir jalan sehingga bus tidak dapat melaju, lalu menembak ketika sopir berusaha mundur. Seluruh pemain dan staf berusaha melarikan diri; Frimpong, yang berada di dalam bus, terkena peluru di kepala. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun meninggal karena luka tersebut.
Profil Dominic Frimpong
Dominic Frimpong merupakan sayap kiri yang menjanjikan, dikenal dengan kecepatan dan kemampuan menggiring bola. Musim ini, ia mencatat dua gol dalam 13 penampilan untuk Berekum Chelsea, setelah dipinjam dari Aduana FC pada awal tahun. Kepiawaiannya di lapangan mencerminkan semangat muda yang tengah berkembang di liga domestik, menjadikannya harapan baru bagi klub dan penggemar.
Kekhawatiran Keamanan Sepakbola Ghana
Serangan ini bukan kali pertama tim sepakbola Ghana menjadi korban kejahatan bersenjata. Beberapa klub, termasuk FC Savannah, Wa All Stars, Legon Cities, dan AshantiGold, pernah melaporkan insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir. Polri setempat telah menambah personel dan mengerahkan pakar TKP ke lokasi, berjanji akan menangkap para pelaku secepatnya. Namun, frekuensi serangan menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan transportasi tim selama kompetisi.
Dampak dan Reaksi
GFA menyampaikan rasa duka yang mendalam, menegaskan bahwa Frimpong adalah “bakat muda yang berdedikasi, mencerminkan semangat liga kami.” Pernyataan tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, rekan satu tim, dan seluruh komunitas sepakbola. Klub Berekum Chelsea mengumumkan bahwa pertandingan selanjutnya akan ditunda sebagai bentuk penghormatan, sementara penggemar melontarkan doa dan dukungan melalui media sosial.
Kejadian ini menegaskan perlunya peningkatan prosedur keamanan, terutama pada rute perjalanan tim. Para pengamat menyoroti pentingnya koordinasi antara otoritas kepolisian, penyelenggara liga, dan klub untuk mengimplementasikan protokol yang lebih ketat, termasuk penggunaan kendaraan lapis baja atau pendampingan polisi bersenjata pada rute yang dianggap rawan.
Dengan hilangnya seorang pemain muda yang memiliki potensi besar, dunia sepakbola Ghana kehilangan salah satu generasinya yang sedang naik daun. Tragedi ini diharapkan menjadi panggilan untuk perubahan kebijakan keamanan, agar kejadian serupa tidak terulang dan para pemain dapat fokus pada permainan tanpa rasa takut.













