Back to Bali – 19 April 2026 | Madrid, 18 April 2026 – Pada Sabtu malam yang penuh ketegangan, final Copa del Rey mempertemukan dua raksasa Spanyol, Atletico Madrid dan Real Sociedad, di Stadion La Cartuja, Sevilla. Pertandingan yang dijanjikan sebagai duel taktis antara Diego Simeone dan Imanol Alguacil berakhir dengan skor 2-1 untuk Real Sociedad, setelah Atletico Madrid gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir.
Gol pembuka datang lebih cepat dari yang diharapkan. Pada menit ke-11, Mikel Oyarzabal memanfaatkan ruang di sisi kiri pertahanan Atletico, menembus zona pertahanan dengan kecepatan dan teknik yang memukau. Setelah melewati dua pemain belakang, Oyarzabal menekan tembakan ke sudut atas kiri gawang, memaksa keeper Jan Oblak melakukan penyelamatan keras namun tidak cukup untuk menghalau bola. Gol ini memberi Real Sociedad keunggulan awal dan menegaskan intensitas serangan mereka.
Balasan Atletico Madrid
Setelah kekecewaan awal, Simeone mengubah taktik dengan menurunkan Jordi Céspedes dan Marcos Llorente ke posisi yang lebih ofensif. Pergantian ini membuahkan hasil pada menit ke-35, ketika Atletico berhasil menyamakan kedudukan lewat gol balasan. Sebuah serangan balik cepat dimotori Antoine Griezmann, yang mengirimkan umpan silang ke arah Yannick Carrasco. Carrasco menaklukkan bek Real Sociedad, menepuk bola dengan kaki kanan ke sudut kanan bawah, menegakkan angka 1-1.
Gol tersebut memicu gelombang semangat di antara pendukung Atletico, namun juga menambah tekanan pada pertahanan Real Sociedad yang harus menahan serangan berulang dari sisi kanan dan tengah lapangan.
Prediksi Pra-Pertandingan dan Analisis Formasi
- Formasi Atletico Madrid: 4-4-2, dengan fokus pada pertahanan rapat dan serangan balik cepat melalui sayap.
- Formasi Real Sociedad: 4-3-3, menekankan penguasaan bola di lini tengah dan tekanan tinggi.
- Prediksi sebelum laga: Banyak analis memperkirakan pertandingan akan berakhir imbang, mengingat kekuatan defensif Simeone dan kreativitas Oyarzabal.
Analisis pra-pertandingan di berbagai portal sport, termasuk MSN, menyoroti bahwa kunci kemenangan terletak pada kemampuan kedua tim untuk mengontrol lini tengah serta memanfaatkan peluang standar. Atletico mengandalkan kekuatan fisik dan disiplin taktis, sedangkan Real Sociedad mengandalkan kreativitas individu, terutama dari Oyarzabal dan Alexander Isak.
Detik-detik Penentu di Akhir Pertandingan
Setelah gol penyeimbang, intensitas pertandingan meningkat. Pada menit ke-72, Real Sociedad kembali memimpin lewat gol kedua. Sebuah serangan terorganisir dimulai dari lini tengah, di mana Mikel Álvaro menyumbang umpan terobosan kepada Oyarzabal. Oyarzabal, kali ini dari sisi kanan, menembus area penalti dan melepaskan tembakan yang melesat ke sudut kanan atas gawang, tak dapat dijangkau Oblak.
Atletico berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Griezmann, yang kembali menjadi ancaman utama, menciptakan beberapa peluang, namun tembakan demi tembakan tidak berhasil menembus pertahanan lawan. Pada menit ke-88, Atletico melakukan pergantian terakhir dengan memasukkan João Felipe, namun usaha tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Bagaimana Menyaksikan Pertandingan?
Pembawa acara televisi utama di Spanyol menyiarkan final ini secara langsung melalui kanal Telecinco, sementara streaming dapat diakses lewat platform resmi LaLigaSportsTV dan layanan berlangganan internasional seperti ESPN+ dan DAZN. Penonton Indonesia dapat mengikuti siaran melalui kanal berlangganan beIN Sports Asia atau melalui layanan streaming lokal yang memiliki hak siar Copa del Rey.
Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola yang hampir seimbang, dengan Real Sociedad menguasai 51 % dan Atletico Madrid 49 %. Total tembakan ke gawang tercatat 12 untuk Real Sociedad dan 10 untuk Atletico, menandakan pertandingan yang sangat kompetitif.
Dengan hasil akhir 2-1, Real Sociedad meraih trofi Copa del Rey untuk keempat kalinya, sementara Atletico Madrid harus kembali menyesuaikan strategi menjelang kompetisi domestik dan Liga Champions yang masih terbuka. Kegagalan ini menjadi pelajaran penting bagi Simeone untuk meningkatkan kreativitas serangan, terutama dalam mengoptimalkan peluang standar.
Meski kecewa, para pemain Atletico tetap menunjukkan sportivitas tinggi, memberikan penghormatan kepada lawan dan penonton yang telah mendukung mereka sepanjang turnamen. Pertandingan ini menambah catatan sejarah Copa del Rey sebagai salah satu final paling menegangkan dalam dekade terakhir.













