Back to Bali – 29 Maret 2026 | Palembang, 29 Maret 2026 – Laga lanjutan Championship 2025/2026 pekan ke-22 menyuguhkan pertarungan sengit antara Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC di Stadion H. Dimurthala. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah, 2-1, setelah serangkaian serangan balik, gol krusial, dan drama menit akhir.
Awal Pertandingan: Tekanan Tinggi dari Kedua Belah Pihak
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Persiraja langsung menguasai inisiatif serangan, menciptakan beberapa peluang berbahaya yang berhasil digagalkan oleh lini belakang Sriwijaya. Sementara itu, pelatih Iwan Setiawan menginstruksikan Sriwijaya untuk menahan tekanan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Gol Pembuka Persiraja: Ariel Kurung Menembus Jaring
Poin balik pertama terjadi pada menit ke-62. Ariel Kurung, pemain sayap Persiraja, menerima umpan terobosan dari Omid Popalzay di area tengah lapangan. Kurung dengan tenang mengeksekusi tembakan ke sudut kanan bawah gawang Sriwijaya, mengantarkan Persiraja unggul 1-0. Gol ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri tim tuan rumah, tetapi juga memaksa Sriwijaya untuk meningkatkan intensitas serangan.
Gol Kedua Persiraja: Popalzay Menutup Babak Pertama
Menjelang akhir babak pertama, Persiraja menambah keunggulan lewat gol dari Omid Popalzay pada menit ke-90. Gol tersebut merupakan hasil kerja sama tim yang terstruktur, memanfaatkan ruang di lini pertahanan Sriwijaya yang mulai lelah. Dengan skor 2-0, Persiraja tampak berada di posisi nyaman menjelang jeda istirahat.
Respons Sriwijaya: Ahmad Sehabudin Menyusul di Menit Tambahan
Sriwijaya tidak menyerah. Setelah jeda, pelatih Iwan Setiawan menyesuaikan formasi menjadi lebih menyerang, menurunkan dua penyerang tambahan. Tekanan meningkat, dan pada menit 90+7, Ahmad Sehabudin berhasil memanfaatkan kekacauan di area penalti. Sehabudin menyundul bola yang melambung setelah sundulan rekan setimnya, mengubah skor menjadi 2-1. Gol ini memberi harapan bagi Laskar Wong Kito menjelang peluit akhir.
Statistik Kunci dan Dampak pada Klasemen
- Jumlah tembakan ke arah gawang: Persiraja 12, Sriwijaya 9.
- Kepemilikan bola: Persiraja 54%, Sriwijaya 46%.
- Serangan balik cepat Sriwijaya menghasilkan 4 peluang emas, namun hanya satu yang berujung gol.
Kemenangan ini menambah tiga poin penting bagi Persiraja, yang kini berada di posisi menengah atas klasemen Championship 2025/2026. Sebaliknya, Sriwijaya FC kembali menelan kekalahan, mencatatkan angka 20 kali kalah dalam satu musim dan hanya mengumpulkan dua poin tanpa satu kemenangan pun.
Analisis Performansi Sriwijaya FC
Statistik musim ini menunjukkan performa Sriwijaya yang berada di titik terendah. Tim asuhan Iwan Setiawan kesulitan mencetak gol, dengan rata-rata satu gol per pertandingan dan kebobolan rata-rata dua gol. Kekurangan utama terletak pada pertahanan yang mudah terpecah oleh serangan sayap lawan, serta kurangnya kreativitas di lini tengah.
Meski demikian, gol penundaan dari Sehabudin memberi sinyal bahwa Sriwijata masih memiliki potensi bangkit. Jika pelatih dapat memperbaiki organisasi pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan balik, tim ini masih memiliki peluang untuk mengubah nasibnya di sisa kompetisi.
Dengan hasil ini, Persiraja Banda Aceh mengukuhkan dominasinya di kandang, sementara Sriwijaya FC harus mencari solusi cepat untuk menghentikan rentetan kekalahan yang menggerogoti moral tim.













