Back to Bali – 20 April 2026 | Tim SAR (Search and Rescue) terus melakukan operasi pencarian intensif di wilayah Sungai Nyireh pada hari keempat sejak laporan hilangnya seorang perempuan bernama Doli pada 15 April 2026. Meski telah menggunakan peralatan canggih berupa CAPE (Compact Aerial Patrol Equipment), hingga saat ini Doli belum berhasil ditemukan.
Latar Belakang Kasus
Doli, warga setempat berusia 28 tahun, dilaporkan menghilang pada malam Rabu (15/4) setelah melakukan perjalanan perahu kecil menyusuri Sungai Nyireh untuk menjemput hasil tangkapan ikan di daerah Air Ruay, Sungailiat. Menurut keterangan keluarga, perahu Doli berwarna cokelat putih dengan lis kuning biru berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dan tidak kembali seperti biasanya.
Langkah-Langkah Pencarian
Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas Babel segera dikerahkan pada hari berikutnya. Pada hari pertama, tim hanya berhasil menemukan perahu yang ditinggalkan di tepi sungai tanpa jejak korban. Pada hari kedua, pencarian dilanjutkan dengan bantuan perahu rigid buoyancy boat (RBB) dan helikopter, namun tetap belum ada hasil.
Pada hari ketiga, mengingat medan yang sulit dan arus yang kuat, pihak SAR memutuskan untuk mengaktifkan teknologi CAPE. CAPE merupakan sistem drone ringan yang dilengkapi kamera inframerah dan sensor suhu, memungkinkan pencarian di area yang tidak dapat diakses manusia secara langsung.
Penggunaan CAPE memberikan gambaran visual yang lebih jelas tentang kondisi permukaan sungai, terutama pada sore hari ketika suhu menurun. Tim SAR memindai sepanjang 5 kilometer jalur sungai dengan pola melingkar, merekam data secara real time dan menandai titik-titik yang menunjukkan adanya suhu tubuh manusia.
Hasil Pencarian Hari Keempat
Meski CAPE berhasil mengidentifikasi beberapa anomali suhu, tim lapangan yang turun ke lokasi tidak menemukan bukti fisik keberadaan Doli. Anomali tersebut diduga berasal dari hewan air atau suhu tanah yang dipengaruhi sinar matahari terbenam.
Tim SAR tetap optimis. “Kami belum menemukan Doli, namun teknologi CAPE memberikan data penting yang memperluas area pencarian. Kami akan terus memproses citra dan melakukan pencarian darat serta air pada hari kelima,” kata Dantim Basarnas Babel, Darma.
Koordinasi dengan Masyarakat
Sejumlah warga sekitar Sungai Nyireh telah dilibatkan dalam pencarian. Mereka membantu memberikan informasi mengenai titik-titik rawan arus kuat serta lokasi perahu yang pernah terlihat. Salah satu warga, Budi Hartono, menyatakan, “Kami siap membantu kapan saja. Setiap detail kecil sangat berarti untuk menemukan Doli.”
Perbandingan dengan Kasus Lain
Operasi ini mengingatkan pada kasus serupa yang terjadi di Bangka pada akhir April 2026, di mana nelayan Parjiman hilang selama lima hari sebelum ditemukan tewas di Pantai Punggur. Pada kasus tersebut, pencarian juga melibatkan tim SAR gabungan, namun tanpa teknologi CAPE. Hasilnya, jenazah ditemukan hanya setelah perahu korban terdampar ditemukan oleh warga setempat.
Keberhasilan menemukan jenazah Parjiman memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kolaborasi antara tim SAR, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat lokal. Kini, Tim SAR di Sungai Nyireh berharap dapat mengulang strategi tersebut dengan bantuan teknologi modern.
Rencana Kedepan
- Melanjutkan pemindaian dengan CAPE pada area yang belum tercover pada hari sebelumnya.
- Menambah unit penyelam profesional untuk pencarian di kedalaman sungai.
- Meningkatkan koordinasi dengan tim medis untuk penanganan darurat bila korban ditemukan.
- Melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya arus kuat dan pentingnya penggunaan peralatan keselamatan saat melaut.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Basarnas, serta masyarakat setempat, harapan tetap tinggi bahwa Doli dapat ditemukan selamat. Semua pihak menghimbau warga untuk terus melaporkan setiap temuan atau indikasi yang mencurigakan di sekitar Sungai Nyireh.
Jika ada informasi tambahan, silakan menghubungi kantor SAR terdekat atau layanan darurat 112.











