Back to Bali – 20 April 2026 | Dewa United masih berada di zona peralihan meski telah memasuki paruh pertama musim Liga 1 2024/2025. Kegagalan meraih poin maksimal pada beberapa pertandingan terakhir membuat tim asal Tangerang ini masih terlihat tersendat di papan klasemen. Namun, terlepas dari catatan yang kurang memuaskan, pelatih kepala Dewa United, Indra Sjafri, tetap menegaskan ambisinya untuk menembus enam besar pada akhir kompetisi.
Sejak awal kompetisi, Dewa United menunjukkan pola permainan yang tidak konsisten. Pada pekan pertama, tim berhasil mengamankan kemenangan tipis melawan Persib Bandung, namun di pekan berikutnya harus menelan kekalahan 0-2 dari PSM Makassar. Selama lima laga pertama, klub hanya mengumpulkan tiga poin, menempatkan mereka di posisi ke-13. Statistik menyerang pun belum menunjukkan perbaikan signifikan; rata‑rata tembakan ke gawang hanya tiga kali per pertandingan, dengan konversi gol di bawah 10 persen.
Latar Belakang Performa
Beberapa faktor menjadi penyebab utama keterpurukan Dewa United. Pertama, pergantian skuad pada bursa transfer musim panas belum menghasilkan sinergi yang kuat. Kedua, cedera beruntun pada pemain kunci, termasuk gelandang kreatif Rudi Setiawan yang harus absen selama tiga laga karena cedera otot. Ketiga, taktik defensif yang terkadang terlalu mengandalkan lini belakang tanpa dukungan midfield yang memadai, sehingga menimbulkan kebobolan berulang.
Meski begitu, pelatih Indra Sjafri tetap optimis. Dalam konferensi pers kemarin, ia menyatakan, “Kami sedang mengerjakan proses pembenahan taktik dan mental. Target kami tetap realistis, yaitu masuk enam besar. Semua pemain sudah diberikan arahan jelas, dan kami yakin dapat meningkatkan performa secara konsisten.”
Menurut analisis internal tim teknis, perubahan formasi menjadi 4-2-3-1 pada laga terakhir menunjukkan peningkatan penguasaan bola hingga 55 persen, naik dari rata‑rata 48 persen pada lima pertandingan sebelumnya. Selain itu, penggunaan pemain muda seperti striker Ucup Rian yang mencetak gol penentu pada laga melawan Persija Jakarta menjadi sinyal positif bahwa kedalaman skuad dapat dioptimalkan.
Strategi Pelatih untuk Mencapai Target
- Peningkatan Konsistensi Pertahanan: Penambahan bek tengah berpengalaman, yaitu Andri Setiawan, diharapkan menstabilkan lini belakang dan mengurangi kebobolan.
- Rotasi Pemain untuk Menghindari Cedera: Menggunakan skuad yang lebih luas agar pemain inti tidak kelelahan pada fase akhir kompetisi.
- Pengembangan Sisi Serang: Memperkuat kerja sama antara gelandang serang dan striker utama, serta memanfaatkan kecepatan sayap untuk menciptakan peluang lebih banyak.
Selain aspek taktik, Indra juga menekankan pentingnya mental juara. Ia mengadakan sesi motivasi bersama psikolog olahraga untuk meningkatkan ketangguhan mental pemain, khususnya dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.
Penggemar Dewa United juga menjadi faktor pendorong. Kehadiran suporter yang setia di Stadion Patriot membuat atmosfer pertandingan lebih hidup, memberikan dorongan semangat tambahan bagi tim. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah penonton rata‑rata mencapai 8.000 orang, meningkat 30 persen dibandingkan fase awal musim.
Jika Dewa United berhasil menstabilkan performa dalam lima laga mendatang, peluang mereka menembus zona enam besar semakin besar. Dalam kalender Liga 1, klub memiliki jadwal yang relatif menguntungkan, dengan pertemuan melawan tim tengah klasemen yang masih berjuang mengamankan poin.
Kesimpulannya, meskipun Dewa United masih berada dalam kondisi terpuruk, tekad pelatih dan upaya perbaikan taktik serta mentalitas tim memberikan sinyal optimis. Target enam besar bukan sekadar harapan kosong, melainkan sebuah tantangan yang sedang dipersiapkan secara matang. Jika semua elemen bekerja selaras, Dewa United dapat mengubah nasibnya dan menorehkan prestasi yang lebih tinggi pada akhir musim.













