Back to Bali – 01 Mei 2026 | Kompetisi jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah kembali memanas seiring masuknya empat Pati Polri terkemuka ke dalam bursa calon. Empat nama tersebut menonjol tidak hanya karena prestasi profesionalnya, tetapi juga karena rekam jejak kepemimpinan yang terbukti di berbagai satuan kerja. Berikut rangkuman lengkap tentang para kandidat yang kini menjadi sorotan publik.
Profil Singkat Keempat Kandidat
- Irjen (Pol) Andi Ardianto – Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Operasi Polda Sulawesi Tengah. Berpengalaman lebih dari 25 tahun, Andi pernah memimpin operasi anti-narkotika berskala nasional dan berhasil menurunkan angka kasus narkoba di wilayahnya sebesar 30% dalam dua tahun terakhir.
- Irjen (Pol) Sigit Prasetyo – Memegang posisi Wakil Kepala Seksi Intelijen Polda Sulawesi Tengah. Sigit dikenal dengan pendekatan intelijen berbasis teknologi, yang berhasil mengungkap jaringan kriminal lintas provinsi serta meningkatkan koordinasi antar‑polres di daerah.
- Irjen (Pol) Ahmad Rizal – Seorang veteran bidang keamanan masyarakat yang pernah memimpin satuan Reskrim di Palu. Ahmad berhasil menurunkan angka kejahatan properti hingga 25% melalui program patroli komunitas dan kerja sama dengan aparat daerah.
- Irjen (Pol) Budi Santoso – Saat ini memimpin Direktorat Pengamanan Transportasi Udara di kantor Pusat. Budi memiliki keahlian khusus dalam penanganan keamanan bandara, serta pernah mengkoordinasikan operasi keamanan selama event internasional di Makassar.
Pengalaman dan Prestasi yang Membuat Mereka Unggul
Keempat Pati Polri ini tidak hanya sekadar memiliki masa jabatan panjang, melainkan juga memiliki portofolio prestasi yang signifikan. Misalnya, Irjen Andi Ardianto berhasil memimpin operasi Gorila yang menembak mati lima tersangka utama jaringan narkotika internasional. Sementara Irjen Sigit Prasetyo memperkenalkan sistem berbasis data analytics yang mempercepat proses penyidikan hingga 40%.
Irjen Ahmad Rizal, di sisi lain, menginisiasi program Patroli Keliling Desa yang melibatkan warga lokal dalam pemantauan keamanan, menghasilkan penurunan signifikan pada kasus pencurian dan perampokan. Irjen Budi Santoso, melalui kebijakan keamanan berlapis di bandara, berhasil mencegah potensi ancaman terorisme pada dua kali acara besar di wilayah timur Indonesia.
Harapan dan Tantangan Jika Terpilih
Jika terpilih menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, masing‑masing kandidat memiliki agenda prioritas yang berbeda namun saling melengkapi. Irjen Andi menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap perdagangan narkoba, sementara Irjen Sigit menitikberatkan pada peningkatan kemampuan intelijen daerah untuk mengantisipasi kejahatan siber.
Irjen Ahmad berfokus pada penguatan hubungan antara Polri dan masyarakat melalui program Polisi Bersahabat, sedangkan Irjen Budi ingin memperkuat keamanan transportasi, khususnya di pelabuhan dan bandara, mengingat Sulawesi Tengah memiliki potensi pariwisata yang berkembang.
Proses Seleksi dan Penetapan Kapolda
Seleksi Kapolda dilakukan melalui mekanisme bursa calon yang melibatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), pertimbangan Kementerian Dalam Negeri, serta persetujuan akhir Presiden. Setiap kandidat akan menjalani serangkaian evaluasi, termasuk penilaian kinerja, integritas, serta visi misi kepemimpinan mereka.
Selama tahap verifikasi, data riwayat pelayanan, catatan disiplin, dan hasil penilaian psikologis menjadi faktor penentu. Proses ini dirancang transparan untuk memastikan kandidat yang terpilih memiliki kapasitas terbaik dalam mengelola keamanan dan ketertiban di Sulawesi Tengah.
Reaksi Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Berbagai elemen masyarakat memberikan respon positif terhadap masuknya empat Pati Polri ini ke dalam bursa calon. Kelompok LSM keamanan mencatat bahwa keempat kandidat memiliki track record yang dapat diandalkan dalam menurunkan angka kejahatan. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah mengungkapkan harapannya agar proses seleksi berjalan adil dan menghasilkan Kapolda yang mampu meningkatkan koordinasi antar‑instansi serta memperkuat keamanan wilayah.
Di media sosial, netizen juga aktif berdiskusi, dengan sebagian besar menyoroti pentingnya integritas dan kemampuan adaptasi terhadap tantangan modern, seperti kejahatan siber dan terorisme.
Dengan empat kandidat yang memiliki keunggulan masing‑masing, persaingan untuk menjadi Kapolda Sulawesi Tengah diprediksi akan berlangsung ketat namun konstruktif. Keputusan akhir akan sangat menentukan arah kebijakan keamanan di provinsi yang kaya akan potensi alam dan budaya ini.













