Bali Tangguh di Era Gubernur Koster, Digeser Berkompetisi di Regional Jawa-Bali pun Tetap Jawara

Back to Bali – 06 Juni 2026 | Gubernur Wayan Koster menerima penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dari Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan alasan unik di balik pemindahan posisi Provinsi Bali dalam ajang Penghargaan Pemerintah Daerah…

1 minute

Read Time

Bali Tangguh di Era Gubernur Koster, Digeser Berkompetisi di Regional Jawa-Bali pun Tetap Jawara

Back to Bali – 06 Juni 2026 | Gubernur Wayan Koster menerima penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dari Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan alasan unik di balik pemindahan posisi Provinsi Bali dalam ajang Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Bali sengaja digeser dari regional asalnya NTB-NTT dan dipindahkan untuk berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa.

Langkah ini diambil karena performa pembangunan dan ekonomi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dinilai terlalu tangguh di regional Bali Nusra.

Tito Karnavian menjelaskan, demi menjaga kompetisi yang sehat dan berimbang, Kemendagri akhirnya memutuskan untuk menaikkan kelas Bali agar bertanding dengan daerah lain yang sepadan di daratan Jawa.

Strategi pemindahan itu rupanya tetap menempatkan Bali di panggung tertinggi. Dalam ajang bergengsi tersebut, Pemprov Bali sukses menyabet dua penghargaan sekaligus secara nasional, yakni dalam kategori Penurunan Angka Kemiskinan dan Stunting, serta Pengendalian Inflasi Terendah secara nasional.

Mengingat dominasi Bali yang begitu kuat, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa dirinya mengawasi ketat kerja tim penilai. Ia memastikan seluruh proses penilaian berjalan objektif berdasarkan data kuantitatif yang riil di lapangan.

About the Author

Pontus Pontus Avatar