Back to Bali – 06 Juni 2026 |
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun perekonomian global menghadapi tekanan akibat meningkatnya inflasi dan volatilitas pasar keuangan internasional. Perekonomian global masih menunjukkan daya tahan, dengan aktivitas manufaktur dunia yang tetap berada di zona ekspansi dan ekonomi Amerika Serikat yang relatif kuat meskipun menghadapi tekanan inflasi. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Tiongkok cenderung melambat akibat lemahnya permintaan domestik dan investasi. Di dalam negeri, aktivitas ekonomi dinilai masih terjaga dengan kinerja sektor manufaktur yang kembali ekspansif, inflasi yang terkendali, dan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus. OJK mencatat bahwa sektor perbankan tetap menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan, dengan kredit perbankan yang tumbuh 9,98 persen secara tahunan. Jumlah investor pasar modal terus meningkat, dengan total 27,75 juta investor pasar modal nasional. Pada sektor asuransi, aset industri asuransi mencapai Rp1.202,16 triliun, dan industri dana pensiun menunjukkan kinerja positif dengan total aset mencapai Rp1.690,64 triliun. Di sektor pinjaman daring, outstanding pembiayaan mencapai Rp102,07 triliun. OJK menegaskan akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen.













