Back to Bali – 28 April 2026 | Setelah mengalami kegagalan di sirkuit Jerez, Spanyol, Brian Uriarte berusaha mengklarifikasi penampilannya dan menegaskan tekadnya untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026. Kekalahan tersebut menambah tekanan pada rider berusia 18 tahun yang kini berada di posisi kedua klasemen rookie, tepatnya di belakang rekan senegaranya, Veda Ega Pratama.
Statistik Empat Balapan Pertama
Musim 2026 baru saja memasuki putaran keempat, namun perbedaan poin antara dua pembalap muda Indonesia sudah cukup signifikan. Veda, yang membela Honda Team Asia, mengumpulkan total 37 poin dengan hasil finis kelima di Thailand, podium pertama di Brasil, kegagalan menyelesaikan balapan di Amerika Serikat, dan finis keenam di Spanyol. Sementara itu, Uriarte, pembalap Red Bull KTM Ajo, mencatat 28 poin, menempati posisi sembilan di klasemen umum Moto3 dan dua belas poin tertinggal dari Veda di klasemen rookie.
Kekalahan di Spanyol dan Reaksi Uriate
Pada balapan di Jerez, Veda memanfaatkan keunggulan motor Honda dan dukungan tim untuk menyalip Uriate di lintasan lurus pertama. Uriate berusaha mempertahankan posisi, namun kehilangan grip pada tikungan ketiga yang mengakibatkan ia terjatuh dan mengakhiri balapan lebih awal. Setelah insiden itu, Uriate mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial, menegaskan bahwa faktor teknis serta kondisi cuaca yang tidak menentu berperan besar dalam hasil tersebut. Ia menambahkan, “Saya tidak menunggu hasil ini, tetapi saya tetap yakin kemampuan tim dan motor KTM Ajo akan memberikan peluang di sisa kalender.”
Ketidakpuasan Bos KTM Ajo
Ketegangan semakin memuncak ketika manajer tim Red Bull KTM Ajo mengkritik kedua pembalapnya dalam konferensi pers pasca balapan. Ia menilai bahwa performa tim belum optimal dan menuding adanya “gangguan” mental yang memengaruhi konsentrasi rider, khususnya setelah insiden di Spanyol. “Kami mengharapkan standar lebih tinggi dari kedua pembalap. Veda memang menunjukkan performa luar biasa, namun Uriate harus lebih konsisten dan mengatasi tekanan,” ungkapnya.
Prospek Musim Depan
Jika Veda berhasil menutup musim sebagai Rookie of the Year, peluangnya untuk naik kelas ke Moto2 atau bergabung dengan tim papan atas di Moto3 2027 terbuka lebar. Beredar kabar bahwa Aspar Team tengah memantau perkembangan Veda dan dapat menawarkannya kontrak untuk musim berikutnya. Di sisi lain, Uriate harus memperkuat posisinya di Red Bull KTM Ajo. Tim masih menilai bahwa potensi pemuda Yogyakarta tersebut belum sepenuhnya terealisasi, terutama dalam hal strategi balap dan manajemen tekanan.
Secara keseluruhan, persaingan antara Veda dan Uriate tidak hanya menjadi sorotan penggemar Indonesia, tetapi juga menarik perhatian manajer tim internasional. Kedua rider kini berada pada titik krusial dalam karier mereka; Veda berupaya mempertahankan dominasi di kelas rookie, sementara Uriate berjuang mengembalikan kepercayaan tim dan mengukir hasil positif di sisa kalender Moto3 2026. Kedepannya, performa kedua pembalap akan menjadi indikator kuat bagi keputusan tim dalam merumuskan susunan rider untuk musim 2027.













