Back to Bali – 02 Mei 2026 | Derby Laut Timur antara Ulsan Hyundai dan Pohang Steelers kembali menjadi sorotan utama pekan ini setelah pertandingan yang berlangsung di Ulsan World Cup Stadium pada Minggu (2 Mei 2026) berakhir dengan gol penentu di menit akhir. Dalam duel yang penuh ketegangan ini, Pohang berhasil memetik kemenangan tipis 2‑1 berkat gol tertunda yang menambah dramatisasi persaingan kedua klub.
Rivalitas antara kedua tim bukanlah hal baru. Sejak pertama kali bertemu di K League 1 pada awal dekade 2000-an, Ulsan dan Pohang telah mencatat lebih dari 30 pertemuan resmi, dengan catatan kemenangan yang hampir seimbang. Kedua tim sama-sama dikenal dengan gaya permainan agresif dan basis suporter yang fanatik, menjadikan setiap pertemuan mereka selalu dipenuhi sorak sorai dan tekanan tinggi.
Pada babak pertama, Ulsan menunjukkan dominasi awal dengan menguasai penguasaan bola sekitar 60 persen. Serangan-serangan mereka dibangun lewat sayap kanan milik Lee Jae‑Sung, namun pertahanan Pohang yang disiplin berhasil menahan beberapa peluang berbahaya. Gol pertama tercipta pada menit ke‑23 melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Kim Min‑Jae dari Ulsan, memanfaatkan celah di pertahanan lawan.
Setelah jeda istirahat, tempo pertandingan semakin meningkat. Pohang menyesuaikan taktik dengan menurunkan pemain sayap kiri yang lebih cepat, memaksa pertahanan Ulsan beralih posisi. Upaya tersebut berbuah pada menit ke‑58 ketika striker asal Brasil, Rodrigo Silva, memanfaatkan umpan silang untuk menegaskan angka menjadi 1‑1. Gol penyama kedudukan tersebut menghidupkan kembali harapan kedua belah pihak.
Menjelang akhir laga, tekanan kembali meningkat. Pada menit ke‑89, setelah serangkaian serangan balik, Pohang berhasil mencetak gol penentu lewat aksi individu striker muda mereka, Lee Dong‑Hyun. Dengan memanfaatkan ruang di area penalti, Lee menembak bola dari jarak dekat setelah menerima umpan pendek dari gelandang kreatif, Park Hye‑Jin. Gol tersebut mengantarkan Pohang unggul 2‑1 dan menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis.
Reaksi dari tribun pun tak kalah emosional. Pendukung Ulsan yang sebelumnya memimpin sorak sorai, kini berubah menjadi hening, sementara suporter Pohang melambungkan bendera dan nyanyian kemenangan. Pelatih Ulsan, Kim Tae‑Yun, mengakui bahwa keputusan taktik pada menit-menit akhir menjadi faktor kunci, sementara pelatih Pohang, Choi Yong‑Soo, memuji ketangguhan mental pemainnya dalam menahan tekanan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini memberikan dampak signifikan pada klasemen K League 1. Dengan tiga poin tambahan, Pohang naik ke posisi ke‑4 dengan total 38 poin, sedangkan Ulsan tetap berada di posisi ke‑6 dengan 35 poin, selisih tiga poin dari zona klasemen Eropa. Pertarungan untuk tiket Liga Champions kini semakin ketat, menjadikan setiap pertandingan berikutnya krusial bagi kedua tim.
Statistik Kunci Pertandingan
- Penguasaan bola: Ulsan 58% – Pohang 42%
- Tembakan ke gawang: Ulsan 7 – Pohang 9
- Pelanggaran: Ulsan 14 – Pohang 12
- Kartu kuning: Ulsan 3 – Pohang 2
- Gol: Ulsan 1 (Kim Min‑Jae 23’) – Pohang 2 (Rodrigo Silva 58’, Lee Dong‑Hyun 89’)
Dengan hasil ini, derby Laut Timur kembali menegaskan betapa pentingnya setiap detik dalam laga sepak bola profesional. Gol akhir yang memecah kebuntuan tidak hanya menambah tiga poin bagi Pohang, tetapi juga menegaskan karakter tim yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Kedepannya, baik Ulsan maupun Pohang harus memperbaiki konsistensi mereka jika ingin bersaing di puncak klasemen dan mengamankan tempat di kompetisi internasional.













