IHSG Diprediksi Melemah, Investor Waspada: Rekomendasi Saham ADRO hingga SRTG Menjanjikan

Back to Bali – 27 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menguji level psikologis 7.000 pada..

3 minutes

Read Time

IHSG Diprediksi Melemah, Investor Waspada: Rekomendasi Saham ADRO hingga SRTG Menjanjikan

Back to Bali – 27 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menguji level psikologis 7.000 pada pekan depan, dipicu oleh tekanan eksternal yang masih kuat. Data RTI Infokom mencatat penurunan IHSG sebesar 3,38% menjadi 7.129,49 pada Jumat (24/4/2026). Selama sesi perdagangan hari itu, indeks berfluktuasi di antara 7.111 hingga 7.383, dengan 83 saham menguat, 670 saham melemah, dan 62 saham bergerak datar. Kapitalisasi pasar tetap berada pada posisi Rp12.761 triliun.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik di sekitar Selat Hormuz, memperpanjang tekanan pada harga energi. Meskipun terdapat gencatan senjata tiga pekan antara Israel dan Lebanon, pasar masih belum sepenuhnya tenang. Kekhawatiran atas kemungkinan terulangnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menambah volatilitas komoditas energi, yang diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.

Analisis Teknikal dan Level Kunci IHSG

Dari sudut pandang teknikal, IHSG menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Support utama terletak di zona 7.000, pivot di 7.200, dan resistance pertama pada 7.300. Dengan rentang perdagangan yang diperkirakan sempit, kecenderungan arah masih mengarah ke sisi bawah, terutama bila data fundamental global tetap bearish.

Faktor Global yang Mempengaruhi

Pekan depan akan menjadi ajang penting bagi pelaku pasar internasional. Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan mengadakan pertemuan pada 29 April, diperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%. Selain itu, data ekonomi AS seperti consumer confidence, indeks PCE, ISM manufaktur, dan produk domestik bruto (PDB) kuartal I 2026 akan dirilis secara berurutan, menambah lapisan ketidakpastian.

Di Asia, keputusan suku bunga Bank of Japan pada 28 April diprediksi tetap pada 0,75% meski tekanan inflasi meningkat. Sementara itu, di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) diproyeksikan tetap pada level 2,15% dan 3,75% masing‑masing, dengan data PDB kuartal I, inflasi, dan tingkat pengangguran menjadi sorotan utama.

Rekomendasi Saham Pilihan

Mengingat kondisi pasar yang volatile, riset Phintraco menyoroti sejumlah saham yang diprediksi akan aktif diperdagangkan pada minggu depan. Saham‑saham tersebut meliputi sektor energi, infrastruktur, dan teknologi yang memiliki fundamental kuat serta dukungan likuiditas. Daftar rekomendasi meliputi:

  • ADMR – Adaro Energy Tbk, pemain utama di sektor batu bara yang masih mendapat manfaat dari harga energi global yang tinggi.
  • ADRO – Adaro Energy Tbk, dengan eksposur ke energi termal dan proyek pengembangan energi terbarukan.
  • BFIN – Bank Finansial Indonesia, yang diperkirakan akan mendapat dukungan dari kebijakan moneter stabil.
  • ISAT – Indosat Tbk, benefaktor dari permintaan data seluler yang terus meningkat.
  • ULTJ – Ultra Jaya Milk Industry, perusahaan consumer goods yang stabil dalam menghadapi fluktuasi pasar.
  • SRTG – Sarana Menara Nusantara, pemain infrastruktur telekomunikasi dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance masing‑masing saham, serta menjaga manajemen risiko yang ketat. Diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi ketidakpastian makroekonomi.

Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

Dengan IHSG diperkirakan beroperasi dalam kisaran 7.000–7.300, strategi defensif menjadi pilihan yang lebih bijak. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan alokasi pada saham dengan dividend yield yang stabil, seperti ADRO dan SRTG, atau pada instrumen pendapatan tetap yang terikat pada suku bunga acuan. Di sisi lain, bagi investor dengan toleransi risiko tinggi, peluang short‑term pada saham-saham yang diperkirakan akan rebound setelah penurunan tajam dapat dipertimbangkan, namun harus disertai stop‑loss yang jelas.

Secara keseluruhan, kondisi pasar pada pekan depan akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS, keputusan kebijakan moneter global, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah. Investor yang mampu menyerap informasi secara cepat dan menyesuaikan posisi secara fleksibel akan memiliki peluang terbaik untuk melindungi nilai portofolio dan bahkan memperoleh keuntungan tambahan.

Dengan menggabungkan analisis teknikal, fundamental, dan sentimen pasar global, para pelaku pasar dapat menavigasi periode yang penuh tantangan ini dengan lebih percaya diri.

About the Author

Zillah Willabella Avatar