Back to Bali – 22 April 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami koreksi pada Selasa (21/4/2026) ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan penurunan 34,73 poin atau 0,46 persen, berlabuh di level 7.559,38. Meskipun demikian, aktivitas perdagangan tetap tinggi, tercatat volume 43,1 miliar lembar saham, frekuensi transaksi 2,7 juta kali, dan nilai transaksi mencapai Rp17,8 triliun. Kapitalisasi pasar pada hari itu tercatat Rp13.468 triliun.
Investor asing catat net buy terbesar meski pasar melemah
Data Real Time Indonesia (RTI) menunjukkan bahwa investor asing kembali menambah posisi beli secara bersih (net buy) senilai Rp473,93 miliar di seluruh segmen pasar. Dari total tersebut, Rp243,21 miliar berasal dari pasar reguler, sementara Rp230,72 miliar dicatat di pasar negosiasi serta tunai. Angka ini menandakan kepercayaan berkelanjutan terhadap beberapa saham unggulan meski IHSG berada di zona merah.
Saham paling diburu oleh investor asing
Di antara ratusan saham yang diperdagangkan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi incaran utama dengan net buy sebesar Rp129,5 miliar. Saham emas ini pun menguat 7,47 persen, menutup pada Rp9.350 per lembar. Selanjutnya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyerap net buy Rp113,21 miliar dan melonjak 11,65 persen ke level Rp230 per lembar. Kedua saham ini mencerminkan minat asing pada sektor komoditas dan pertambangan.
Berikut rangkuman 5 saham teratas yang menjadi target beli asing pada hari Selasa:
| Saham | Kode | Net Buy (Rp Miliar) | Pergerakan Harga |
|---|---|---|---|
| PT Merdeka Gold Resources | EMAS | 129,5 | +7,47% |
| PT Bakrie & Brothers | BNBR | 113,21 | +11,65% |
| PT Vale Indonesia Tbk | INCO | 45,8 | +3,12% |
| PT Bukit Asam Tbk | PTBA | 38,6 | +2,87% |
| PT Indika Energy Tbk | INDY | 31,4 | +4,01% |
Data di atas dirangkum dari catatan perdagangan Stockbit yang menyoroti saham-saham dengan aliran dana terbesar pada sesi tersebut.
Saham yang paling banyak dijual oleh asing
Bergerak berlawanan, investor asing juga melakukan aksi jual (net sell) signifikan pada sektor perbankan dan telekomunikasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net sell terbesar dengan nilai Rp175,93 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp128,63 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan net sell Rp78,52 miliar. Penjualan ini menurunkan tekanan pada indeks, namun tidak cukup untuk menahan tren bullish pada saham komoditas.
Berikut ringkasan 5 saham dengan net sell terbesar:
- BBRI – net sell Rp175,93 miliar
- BBCA – net sell Rp128,63 miliar
- TLKM – net sell Rp78,52 miliar
- BMRI – net sell Rp54,27 miliar
- BBTN – net sell Rp42,11 miliar
Interpretasi pergerakan dana asing
Polanya menunjukkan bahwa investor asing memanfaatkan koreksi pasar untuk menambah posisi di sektor yang mereka nilai undervalued, khususnya emas dan tambang. Sektor perbankan, meski tradisional stabil, tampaknya sedang mengalami rotasi portofolio, mungkin karena kekhawatiran akan likuiditas atau ekspektasi kebijakan moneter. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar juga dapat meningkatkan daya tarik saham komoditas yang berkorelasi positif dengan mata uang asing.
Kondisi pasar yang tetap likuid dan volume perdagangan yang tinggi memberi ruang bagi strategi jangka pendek maupun menengah. Investor domestik dapat memantau pergerakan asing sebagai sinyal arah pasar, terutama pada saham-saham yang mengalami akumulasi dana bersih.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG berada di zona merah pada penutupan, aliran dana asing yang positif menegaskan keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta prospek sektor komoditas. Ke depan, perhatian akan terpusat pada data inflasi, kebijakan suku bunga Bank Indonesia, dan perkembangan harga komoditas global yang dapat memengaruhi keputusan alokasi dana asing selanjutnya.













